Punya 11 Anak, Pria di Majalengka Ngaku Mau Istikharah saat Diminta Dedi Mulyadi Ikut KB

Dedi Mulyadi dibuat syok dengan pernyataan seorang pria di Majalengka yang mengaku akan istikharah dulu saat diminta KB.

Punya 11 Anak, Pria di Majalengka Ngaku Mau Istikharah saat Diminta Dedi Mulyadi Ikut KB

INILAHKORAN - Sebuah video yang beredar di media sosial belakangan ini menarik perhatian publik. Video tersebut menampilkan perbincangan antara seorang pria di Majalengka, Jawa Barat, yang diketahui memiliki 11 orang anak, dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Momen ini menjadi sorotan karena respons sang pria saat disarankan untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB).

Dalam kunjungan ke rumah pria tersebut, Dedi Mulyadi dengan lugas menyarankan agar ia mulai mempertimbangkan KB. Namun, sang ayah memberikan jawaban yang tak terduga namun menyejukkan.

Ia mengaku belum bisa langsung memutuskan dan memilih untuk meminta petunjuk terlebih dahulu melalui salat istikharah.

“Ya nanti saya salat istikharah dulu,” ucapnya dengan tenang, sebagaimana dikutip Rabu 7 Mei 2025.

Keraguan tersebut mencerminkan bagaimana bagi sebagian masyarakat, keputusan untuk menjalani KB tidak semata soal logika atau ekonomi, tetapi juga menyangkut keyakinan spiritual. Ia bahkan menegaskan bahwa niatnya membesarkan anak-anak adalah tulus.

“Kan enggak harus KB begitu pak, kan niat saya baik, saya tulus,” ujarnya.

Mendengar itu, Dedi Mulyadi menanggapinya dengan nada bercanda namun tetap serius dalam menyampaikan niat baiknya.

“Saya tulus juga bantu bapak untuk melakukan KB, saya tulus biar tidak terjadi anak ke-12,” timpal Dedi.

Menariknya, pembicaraan tersebut juga mengungkap bahwa sang ayah memiliki karya tulis berupa buku. Dedi pun berjanji akan membantu mencetak karyanya sebanyak seribu eksemplar, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap niat baik sang ayah dalam dunia pendidikan.

“Ya nanti saya cetakin seribu eksemplar,” kata Dedi.

Ia berharap buku itu bisa menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak yang kurang beruntung, khususnya yang belum mendapat akses pendidikan formal.

“Agar anak-anak di Majalengka, anak-anak jalanan yang enggak sempat sekolah, bapak bisa mengajar, anak-anak bisa belajar calistung,” pungkasnya.

Kisah ini pun viral dan memicu diskusi warganet tentang pentingnya pendekatan humanis dan religius dalam menyosialisasikan program-program pemerintah, terutama yang menyentuh urusan keluarga dan keyakinan pribadi.


Editor : Firda Rachmawati