PWI Jabar Dukung Kongres Persatuan, Untung: Peserta Kongres Persatuan Adalah Ketua Definitif

Rekonsiliasi di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menunjukkan progres yang cukup signifikan. Dua kubu yang berseteru akhirnya sepakat menggelar kongres yang dinamai Kongres Persatuan.

PWI Jabar Dukung Kongres Persatuan, Untung: Peserta Kongres Persatuan Adalah Ketua Definitif
Menyikapi hal itu, PWI Jabar menggelar rapat koordinasi dan diskusi dengan para ketua PWI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Aula PWI Jabar, baru-baru ini. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Rekonsiliasi di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menunjukkan progres yang cukup signifikan. Dua kubu yang berseteru akhirnya sepakat menggelar kongres yang dinamai Kongres Persatuan.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam kesepakatan Jakarta pada 16 Mei 2025, yang ditindaklanjuti dengan SK bersama pada 11 Juni 2025. Kongres Persatuan itu rencananya akan digelar Sabtu 30 Agustus 2025 di Discovery Ancol, Jakarta.

Menyikapi hal itu, PWI Jabar menggelar rapat koordinasi dan diskusi dengan para ketua PWI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Aula PWI Jabar, baru-baru ini.

Rapat ini juga secara khusus mengundang Untung Kurniadi dari kantor Hukum HMU dan rekan, untuk dimintai pendapatnya terkait kongres dan keorganisasian.

Mantan Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Pers (LKBPH) PWI Pusat itu dalam paparannya mengatakan, dengan adanya kesepakatan Jakarta dan SK bersama, maka kepengurusan PWI Jabar dan PWI Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang sempat dibekukan PWI Pusat pimpinan Hendry Ch Bangun dinyatakan sah secara fungsional.

Sehingga, peserta kongres nanti adalah para ketua definitif hasil konferensi dan bukan Plt yang ditunjuk.

“Berdasarkan asas rekognisi, kepengurusan PWI Jabar yang sah sebelumnya tetap memiliki legitimasi karena tidak ada keputusan final pembubaran. Demikian pula, prinsip kontinuitas organisasi menegaskan bahwa organisasi bersifat berkesinambungan meskipun ada perubahan kepengurusan,” kata Untung dalam keterangannya, Rabu 25 Juni 2025.

Menurut Untung, PWI Jabar yang dibekukan tetap sah secara de facto dan de jure demi menjamin inklusivitas, keterwakilan, dan legitimasi hasil Kongres.

“Kesepakatan Jakarta merupakan wujud rekonsiliasi dan dapat menjadi sumber hukum internal yang mengikat, berfungsi sebagai novasi politis yang mengesampingkan tindakan administratif sebelumnya, termasuk pembekuan PWI Jawa Barat,” ucapnya.

Mengacu pada Peraturan Dasar PWI Pasal 12 ayat (1) lanjut Untung, kongres adalah pemegang kekuasaan dan wewenang tertinggi organisasi. Karenanya, partisipasi dalam Kongres tidak boleh dibatasi tindakan administratif masa lalu yang bertentangan dengan semangat rekonsiliasi.

"Pembatasan hak partisipasi kepengurusan PWI Provinsi Jawa Barat yang dibekukan akan menciptakan ketimpangan representasi. Prinsip keadilan organisasi menghendaki agar seluruh kepengurusan yang masih eksis secara de facto dan de jure diberikan hak partisipasi yang setara dalam Kongres Bersama PWI," tegas Untung.

Berdasarkan analisis hukumnya, Untung Kurniadi menyimpulkan bahwa kepengurusan PWI Provinsi Jawa Barat yang dibekukan tetap memiliki kedudukan hukum yang sah secara fungsional untuk Kongres Persatuan, karena tidak ada keputusan final pembubaran.

Kesepakatan Kongres Persatuan dianggap sebagai tindakan rekonsiliatif yang menormalkan kembali status seluruh unsur organisasi, termasuk PWI Jawa Barat yang dibekukan sepihak.

"Tidak terdapat halangan hukum bagi kepengurusan PWI Provinsi Jawa Barat untuk berpartisipasi aktif dan diakui dalam forum Kongres Persatuan. Ketentuan ini juga serupa juga berlaku bagi kepengurusan PWI Kota/Kabupaten yang dibekukan sepihak atau mutatis mutandis sepanjang tidak memuat keputusan final,” tegasnya.

Selain itu kata dia, dengan adanya kesepakatan Jakarta dan SK Bersama, maka Plt yang telah ditunjuk oleh Hendry Ch Bangun secara otomatis gugur dan tidak lagi memiliki legal standing,” kata Untung.

“Kesepakatan bersama itu juga tidak boleh dibatalkan oleh salah satu pihak, kecuali yang membatalkan oleh kedua belah pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat menyatakan mendukung upaya rekonsiliasi di tubuh PWI.

PWI Jabar  mendukung Kongres Persatuan. Ini adalah upaya menyatukan kembali perahu yang sempat terbelah. Mudah-mudahan Kongres Persatuan nanti berjalan dengan aman, damai dan lancar,” kata Hilman.

Ia juga mengimbau semua pihak agar turut mensukseskan Kongres Persatuan.

“Mari kita sukseskan kongres ini. karena ini adalah jalan satu-satunya agar PWI kembali bersatu,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua anggota dan pengurus di Jawa Barat untuk kembali bersatu ke dalam perahu PWI Jawa Barat sebagaimana sebelum terjadi dualisme.

“Dinamika itu adalah hal yang biasa. Mari kita lupakan masa lalu dan kita kembali bersatu,” tutup Hilman. 


Editor : Doni Ramdhani