Rangka Atap SMA 2 Gunung Putri Diduga Tidak Standar Spesifikasi
Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga warga Gunung Putri Amin Sugandi melihat ada dugaan tidak standar spesifikasi pada rangka atap baja ringan pada Gedung SMA Negeri 2 Gunung Putri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga warga Gunung Putri Amin Sugandi melihat ada dugaan tidak standar spesifikasi pada rangka atap baja ringan pada Gedung SMA Negeri 2 Gunung Putri.
Seperti diketahui pada Jumat subuh, pukul 04.00 WIB. Atap salah satu bangunan SMA Negeri 2 Gunung Putri ambruk hingga kaca jendela pun pecah dan jatuh ke bawah.
"Saya menduga, rangka atap baja ringannya kurang memenuhi standar, jadi tidak kuat menahan beban gentengnya," ujar Amin Sugandi kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.
Amin Sugandi pun meminta 3 gedung SMA Negeri 2 Gunung Putri lainnya segera direvitalisasi atapnya, karena dibangun pada tahun yang sama yaitu di Tahun 2016 lalu.
"Saya kebetulan, yang ikut mengusulkan pembangunan SMA Negeri 2 Gunung Putri ini, yang tadinya mau dibangun di Desa Bojongkulur, dipindah ke Desa Ciangsana. Dinding sekolahnya masih bagus, tetapi saya khawatir atapnya yang kurang bagus, hingga harus dikaji lebih lanjut dan dilakukan revitalisasi," pintanya.
Ia menjelaskan usulan itu ia sampaikan ke Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung yang juga sama berasal dari Partai Golkar, agar SMA - SMK Negeri terutama yang atap bangunannya rawan ambruk, untuk segera direvitalisasi.
"Ini dugaan penyebab ambruknya atap di SMK Negeri 1 Cileungsi, SMK Negeri 1 Gunung Putri dan SMA Negeri 2 Gunung Putri sama, yaitu rangka atap baja ringan yang tidak memenuhi standar spesifikasi. Sekolah yang atapnya rawan ambruk, harus segera direvitalisasi," jelasnya.***
Editor : JakaPermana

