Rangkaian Gempa Kecil Guncang Bandung Barat, Sumber dari Sesar Lembang
Tiga gempa bumi bermagnitudo kecil mengguncang wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Tiga gempa bumi bermagnitudo kecil mengguncang wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan sumber aktivitas seismik tersebut berasal dari pergerakan Sesar Lembang, salah satu patahan aktif di Jawa Barat.
gempa pertama tercatat pada Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 16.13 WIB, dengan magnitudo M1,8 di kedalaman 19 km. Pusat gempa berada 3 km timur laut Kabupaten Bandung. Enam hari kemudian, pada Selasa, 19 Agustus 2025, pukul 11.41 WIB, gempa kedua berkekuatan M2,3 terjadi di kedalaman 10 km, berlokasi 9 km barat laut Kota Cimahi.
Sehari setelahnya, Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 12.28 WIB, guncangan ketiga tercatat dengan magnitudo M1,7 di kedalaman 10 km, berpusat 3 km barat laut Kabupaten Bandung. BMKG melaporkan gempa-gempa tersebut dirasakan ringan dengan intensitas II–III MMI di sejumlah titik, termasuk Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.
Hingga laporan ini diterbitkan, tidak ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. Meski tidak menimbulkan dampak serius, peristiwa ini memicu perhatian masyarakat yang tinggal di sekitar jalur Sesar Lembang.
Badan Geologi menjelaskan, Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 km dengan pergerakan rata-rata 3–5,5 milimeter per tahun. Patahan ini berpotensi menghasilkan gempa besar dengan kekuatan hingga magnitudo M6,5–M7. Catatan paleoseismologi menunjukkan gempa signifikan pernah terjadi di sesar ini pada abad ke-15.
Sejarah mencatat, kawasan Bandung Raya pernah diguncang beberapa gempa merusak, seperti gempa Cicalengka tahun 2000, gempa Lembang tahun 2003, serta gempa Pangalengan tahun 2016 yang menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka. Hal ini menegaskan posisi Bandung Raya sebagai kawasan rawan gempa menengah hingga tinggi.
Badan Geologi menegaskan rangkaian gempa Agustus ini tidak berpotensi bahaya ikutan seperti likuefaksi, retakan tanah, atau longsoran. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada, khususnya di wilayah dekat tebing dan kawasan rawan pergerakan tanah saat musim hujan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, serta memastikan bangunan memenuhi standar tahan gempa,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid A.N., dalam keterangan resminya.
“Kesiapsiagaan sangat penting karena wilayah sekitar Sesar Lembang berada dalam zona rawan gempa bumi,” sambung dia.
Editor : Firda Rachmawati

