REAL MADRID 4-0 MALAGA: Bellingham Is Back

DI bawah asuhan Jose Mourinho, Jude Bellingham telah menemukan kembali gairah yang lama hilang.

REAL MADRID 4-0 MALAGA: Bellingham Is Back

Oleh: Bsafaat

Gemuruh Santiago Bernabeu, Senin (31/8) dini hari WIB terasa berbeda.Di tengah pesta gol Real Madrid saat melumat Malaga empat gol tanpa balas, ada satu narasi yang jauh lebih berharga daripada sekadar tiga poin: kembalinya jiwa bermain seorang Bellingham.

Setelah dua musim yang berat dan sempat diganggu oleh cedera, Bellingham melangkah ke lapangan musim ini dengan pundak yang terasa lebih ringan. Kebebasan itu langsung meledak pada menit ke-19.

Menerima bola liar hasil pergerakan Kylian Mbappe, pemain bernomor punggung 5 itu meliuk melewati tiga pemain bertahan Malaga sebelum melepaskan tembakan cerdik di antara celah kaki kiper.

Bagi Bellingham, gol solo tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah sebuah katarsis. “Saya merasa menemukan kembali kebebasan saya,” ujarnya pascapertandingan.

Musim lalu, Bellingham sering kali terlihat mengorbankan insting menyerangnya. Ia harus turun sangat dalam, bahkan hingga ke area bek kiri untuk membantu pertahanan.

Namun, kembalinya era Jose Mourinho membawa angin segar bagi pemuda Inggris tersebut.

Mourinho sengaja membebaskan Bellingham dari beban defensif yang terlalu berat agar ia bisa fokus mengancam lini depan.

Hasilnya nyata: dua gol dan dua asis dari tiga laga awal La Liga.

Sinergi barunya bersama Mbappe dan barisan penyerang Los Blancos membuat sepak bola kembali terasa menyenangkan baginya.

Momen paling menyentuh malam itu terjadi pada menit ke-86. Saat papan pergantian pemain menyala dan namanya dipanggil untuk digantikan oleh Arda Guler, seluruh stadion berdiri memberikan standing ovation.

Riuh tepuk tangan dari puluhan ribu Madridista adalah pengakuan tulus atas kerja kerasnya yang juga membidani gol kedua Madrid.Namun, di sinilah letak keistimewaan Bellingham.

Ketika pemain berusia 23 tahun lainnya mungkin akan larut dalam pujian, ia justru berjalan keluar dengan dahi berkerut. Di balik wajah mudanya, tersimpan mentalitas pemenang yang menuntut kesempurnaan.

Alih-alih merayakan kemenangan besar, ia justru mengkritik performa timnya sendiri. “Dua puluh menit terakhir pertandingan sangat buruk. Kami menurunkan intensitas dan standar permainan,” ungkap Bellingham.

Sifat perfeksionis inilah yang membuat Bellingham dicintai. Ia tidak hanya membawa bakat mentah yang luar biasa, tetapi juga kedewasaan yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Bagi publik Madrid, Bellingham bukan sekadar pencetak gol hebat; ia adalah cerminan dari identitas klub yang selalu lapar akan kesempurnaan.

Malam itu, di bawah lampu Bernabeu, Bellingham membuktikan bahwa ia telah kembali sepenuhnya—dengan senyuman, kebebasan, dan standar tertinggi yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri.

Mengikis Ego Sementara itu, Mourinho dianggap mampu menyatukan pemain bintang di skuadnya.

El Real yang bertabur bintang tampil padu sebagai tim yang solid.

Real Madrid menang besar 4-0 atas malaga pada laga lanjutan LaLiga di Santiago Bernabeu, Minggu (30/8).

Empat gol El Real lahir lewat Jude Bellingham, bunuh diri Alfonso Herrero, Kylian Mbappe, dan Arda Guler.

Los Blancos tampil padu untuk mendominasi laga.

Mereka mencatatkan 62 persen penguasaan bola. Madrid juga tampil menyerang dengan total bikin 15 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang dengan empat berbuah gol.

Madrid yang dipenuhi pemain bintang mampu bermain sebagai sebuah tim di laga ini. Pelatih Madrid, Jose Mourinho, mampu menyatukan skuadnya dengan baik.

Mourinho mampu menghilangkan anggapan bahwa sulit untuk mengatur para pemain bintang karena punya ego tinggi. Masalah ego ini dianggap jadi biang keladi Madrid tanpa gelar di dua musim terakhir. Terutama di lini depan karena Madrid punya Jude Bellingham, Vinicius Jr dan Kylian Mbappe.

Mourinho mengaku tak kesulitan menyatukan para pemain bintang Madrid ini. Ia merasa para bintang ini selalu ingin bermain dengan kualitas setara.

Hal tersebut dimiliki Madrid. The Special One hanya perlu membangun empati dan kerja sama tim agar Madrid bisa solid.

“Saya selalu menegaskan bahwa saya menginginkan pemain-pemain terbaikselalu, tanpa kecuali. Anda bisa melihat adanya empati dan kerja sama tim di antara mereka. Contohnya pada gol terakhir Arda, Vini memilih untuk tidak mencetak gol sendiri dan justru mengoper bola kepada rekan setimnya.

Mereka saling merangkul, merayakan keberhasilan bersama, dan bekerja sama,” ujar Mourinho dikutip dari situs Madrid.

“Saat ini, saya tidak melihat adanya masalah di antara mereka. Satu-satunya hal yang saya lihat adalah mereka semua pemain yang luar biasa,” jelasnya. (bsf)

DATA FAKTA 
Waktu: Minggu (30/8) ; Kick Off Pukul 22.00 WIB 
• Tempat: Stadion Santiago Bernabeu, Madrid 
• Wasit: J Martinez 
• Man of the Match: Jude Bellingham 
• Pencetak Gol: Madrid (Bellingham 19’, Herrero 26’og, Mbappe 30’, Guler 90+1’) 
• Kartu Kuning: Madrid (-) ; Malaga (Chupe, Enrique) 
• Kartu Merah:


Editor : Inilahkoran