Kobaran Api di Tengah Kepadatan

KOBARAN api sempat mengancam permukiman padat di Gang Hanapi. Respons cepat warga dan petugas berhasil mencegahnya meluas.

Kobaran Api di Tengah Kepadatan
PADAMKAN API: Kebakaran melanda hunian milik Ibu Ayi di Gang Hanapi, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Senin (31/8). Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Oleh: Agus Satia Negara

Kepulan asap tiba-tiba terlihat dari atap rumah milik Ibu Ayi di Gang Hanapi, RT 02/08, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (31/8). Ketua RT setempat yang melihatnya segera mendekat untuk memastikan sumber asap tersebut.

Kecurigaan itu segera terbukti. Saat masuk ke dalam rumah, api sudah membesar dan membakar salah satu kamar. Warga sekitar pun bergerak cepat, mencoba memadamkan kobaran api sembari menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Cimahi.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi Aep Mulyana mengatakan, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.50 WIB.

“Ketua RT melihat asap keluar dari bagian atap rumah. Saat diperiksa, api ternyata sudah membesar dan membakar bagian kamar,” kata Aep.

Tak ingin api semakin membesar, Ketua RT bersama warga melakukan pemadaman awal. Di saat bersamaan, laporan kebakaran disampaikan kepada petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi.

Laporan resmi diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Regu 1 langsung bergerak menuju lokasi dan tiba lima menit kemudian, tepatnya pukul 07.05 WIB.

Dua unit mobil pemadam dan lima personel dikerahkan untuk menangani kobaran api. Namun, perjalanan petugas menuju titik kebakaran tidak sepenuhnya mudah. Gang Hanapi yang sempit membuat kendaraan pemadam hanya dapat berhenti sekitar 100 meter dari lokasi.

Petugas kemudian melanjutkan penanganan menuju rumah yang terbakar. Pemadaman dilakukan secepat mungkin, disusul proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.

“Meski akses menuju lokasi cukup sulit karena gang sempit, petugas tetap bergerak cepat melakukan penanganan,” ujar Aep.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari 40 menit. Seluruh proses pemadaman dan penanganan dinyatakan selesai pada pukul 07.39 WIB, sedangkan personel kembali ke markas pada pukul 07.44 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 15 orang berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran.

Meski demikian, api sempat menghanguskan sejumlah barang dan bagian rumah. Kerugian terhadap isi bangunan diperkirakan mencapai Rp30 juta. Sementara aset bangunan dengan nilai sekitar Rp500 juta berhasil diselamatkan.

Luas keseluruhan hunian diperkirakan mencapai 186 meter persegi. Dari luasan tersebut, sekitar 30 meter persegi terdampak langsung oleh kebakaran.

(gin)


Editor : Inilahkoran