Kemarau, 6 Kecamatan di Garut Kekurangan Air Bersih dan Kekeringan Lahan

BPBD Kabupaten Garut mencatat ada sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Garut mengalami kekurangan air bersih dan kekeringan lahan.

Kemarau, 6 Kecamatan di Garut Kekurangan Air Bersih dan Kekeringan Lahan
Kemarau tahun ini, BPBD Kabupaten Garut mencatat ada sebanyak enam kecamatan mengalami kekurangan air bersih dan kekeringan lahan.

INILAHKORAN, Garut - Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat ada sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Garut mengalami kekurangan air bersih dan kekeringan lahan akibat terdampak kemarau 2021.

Sebanyak tiga kecamatan di antaranya mengalami kekurangan air bersih dan kekeringan lahan yakni Kecamatan Sukawening, Leles, dan Cibiuk. Dua kecamatan mengalami kekurangan air bersih yaitu Kecamatan Cibatu, dan Sukaresmi. Sedangkan, satu kecamatan mengalami kekeringan lahan yakni Kecamatan Karangpawitan.

Berkaitan dengan potensi meluasnya kekeringan akibat kemarau tersebut, kata Kepala Pelaksana BPBD Garut Satria Budi, pihaknya berupaya menghimpun data potensi dampak bencana kekeringan tahun ini melalui Surat Sekretaris Daerah Nomor 360/1422/Setda/2021 perihal Imbauan Menghadapi Musim Kemarau dan Permintaan Data Potensi Bencana Kekeringan ke wilayah-wilayah kecamatan.

Baca Juga: 119 Orang Dinyatakan Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Turun Drastis

Hal itu dibutuhkan guna memudahkan koordinasi dengan dinas teknis terkait akan upaya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat maupun kebutuhan untuk pengairan lahan pertanian di daerah terdampak kekeringan. Termasuk menginventarisasi ketersediaan pompa di Dinas Pertanian untuk memfasilitasi pengairan lahan sawah, dan menginventarisasi sumber-sumber mata air bekerjasama dengan pemerintahan desa.

"Beberapa wilayah di Kabupaten Garut memiliki tingkat kebutuhan air bersih yang berbeda. Wilayah Garut Utara rata-rata membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-sehari. Sedangkan wilayah Garut Selatan rata-rata untuk kebutuhan pertanian," kata Satria Budi, Jumat 3 September 2021.

Baca Juga: BOR RS Covid-19 di Garut Rendah, Hanya 13,27 Persen

Dia pun mengimbau masyarakat bisa menghemat penggunaan air bersih serta melakukan sejumlah pengembangan dan pembuatan embung sebagai solusi cadangan atas terjadinya kekurangan air. (zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran