Bupati Cirebon Imron Sebut Pesantren Mampu Membentuk Pola Pikir dan Kemandirian
Bupati Cirebon Imron menilai pondok pesantren ini bukan hanya lembaga transfer ilmu. Namun, terbukti membentuk pola pikir dan kemandirian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon Imron menghadiri haul dan tasyakkur khatmil quran, juz amma, dan alfiyah Ibnu Malik yang digelar Pesantren KH Aqil Siroj (KHAS) Kempek.
Haul itu diikuti Pengasuh Pondok Pesantren KHAS KH Muhammad Musthofa Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, KH Ni’amillah Aqil Siroj, serta para santri dan alumni Pondok Pesantren KHAS Kempek.
Dalam sambutannya, Imron mengatakan momen ini merupakan ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para kiai dan santri di Pondok Pesantren KHAS Kempek.
Baca Juga: Puluhan Orang Kepung Kantor Kajari Cirebon, Ternyata Ini Pemicunya
Menurutnya, pondok pesantren ini bukan hanya merupakan lembaga yang melakukan transfer ilmu dari pengajar kepada santri. Namun, di luar itu, pesantren terbukti membentuk pola pikir dan kemandirian.
"Belajar yang baik di pondok pesantren, manfaat besarnya akan dirasakan setelah keluar nanti," kata Imron. Persiapkan mental dari sekarang, kalau tidak, kita semua tidak bakal mengikuti zaman. Santri semua harus kembali ke masyarakat, seperti kiai yang membawa perubahan baik," kata Imron.
Sementara itu, Menteri Agama Yaqut dalam sambutan secara virtual mengatakan acara ini memiliki makna tentang wujud kesadaran kolektif atas penguatan eksistensi dan komitmen silaturahmi, baik dalam hubungan kerabat keluarga orang tua dan anak maupun kiai santri.
Baca Juga: Dikunjungi Pemerintah Pusat, Banyak Nelayan Keluhkan Hasil Tangkapannya
“Begitu juga dengan jaringan intelektual kiai-santri, maupun hubungan batin dengan orang-orang yang telah memberikan pengaruh dalam kehidupan ini,” ujar Yaqut.
Menag menilai, haul dan tasyakkur merupakan sebuah tradisi agung yang lekat dengan dunia pondok pesantren. Dunia pondok pesantren adalah dunia yang menanamkan keluhuran akhlak dan budi pekerti yang mulia, serta dunia pendidikan yang menanamkan komitmen kebangsaan yang teruji.
"Bangsa Indonesia patut bersyukur dengan kehadiran pondok pesantren. Melalui pesantren, komitmen keislaman dan kebangsaan selalu saling menguatkan," tukasnya. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


