5M dan Vaksin Satu-satunya Cara Hadang Omicron
Ditemukannya kasus keterpaparan Covid-19 varian Omicron di Indonesia hendaknya tak membuat masyarakat ketakutan atau panik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Meskipun varian Omicron tersebut memiliki daya tular lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Namun bukan berarti tidak bisa ditangkal.
Ditemukannya kasus keterpaparan Covid-19 varian Omicron di Indonesia hendaknya tak membuat masyarakat ketakutan atau panik
"Virus aslinya menyerang hewan. Dengan perubahan ekosistem, virus dapat menyerang manusia. Lalu bisa menular antarmanusia. Dengan perkembangan perputaran jutaan orang, kemampuannya berubah lagi dan bermutasi lagi. Maka muncul varian Alpha, Beta, Gama, dan sekarang Omicron," tutur Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Corona Rintawan pada Webinar digelar MCCC PP Muhammadiyah kerjasama PW 'Aisyiyah Daerah Istimewa Jogyakarta, Jum'at 17 Desember 2021.
Baca Juga: Jalani Ritual Gaib, Dua Warga Garut Meninggal Dunia Usai Santap Daging Domba
Dengan demikian, lanjutnya, cara menghadang Omicron itu sama saja dengan beragam varian Covid-19 lainnya. Yakni berdisiplin melaksanakan 5M (Memakai masker dengan benar, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas), dan divaksin secara lengkap.
"Cara mengalahkannya (Omicron) ini sebenarnya kita semua sudah tahu. Tak ada cara baru yang harus dilakukan. Kunci utamanya perubahan perilaku. Masalahnya, kita sudah terbiasa atu tidak. Mau atau tidak ? Jadi (atas Omicron) enggak perlu takut atau panik !" katanya pada Webinar Menghadang Omicron untuk Keluarga Aman Covid-19 dipandu Hazlia Aini itu.
Menurut Corona, vaksinasi penting dilakukan agar bisa mengurangi akibat keparahan ketika terpapar serta mengurangi risiko menularkan pada orang lain.
"Hanya perlu diingat, vaksin tak bisa menggantikan masker. Makanya perlindungan utama dari virus itu tetap masker. Biasakanlah putra putri kita memakai masker, dan segera divaksin !" ingatnya.
Baca Juga: Reaktivasi Jalur KA Cibatu Garut: Menanti Titah Pemerintah
Di sisi lain, berkaitan strategi penghadangan penularan Omicron maupun varian Covid-19 lainnya itu pemerintah berkewajiban melakukan 3T (tracing, tracking, treatment) secara maksimal.
Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Siti Zulaikha mengatakan dirinya merasa khawatir atas perilaku banyak orang saat ini yang mulai mengendur kedisiplinannya akan protokol kesehatan. Padahal ancaman Omicron sudah berada di depan mata.
Siti menyebutkan, meski belum resmi masuk masa liburan natal dan tahun baru (nataru), ke daerah Jogyakarta saat ini sudah banyak orang berdatangan ke tempat wisata bahkan rombongan anak sekolah. Mirisnya, banyak di antara mereka sudah membuka masker, seakan pandemi sudah berakhir.
"Ini dikhawatirkan menyebabkan penularan terus terjadi. Sampai sekarang kita tetap menggerakan kampanye protokol kesehatan, jaga masker, jaga jarak. Kita sangat hati-hati. Tapi di luar itu luar biasa euforia ancaman Covid sudah selesai. Padahal ancaman omicron sudah di depan mata," sesalnya. *** (Zainul Mukhtar)
Editor : inilahkoran


