Hujan Badai, Kubah Masjid Al Istiqomah di Tasikmalaya Roboh
Hujan badai menerjang kawasan Tasikmalaya dan menyebabkan kubah masjid Al Istiqomah roboh namun dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Tasikmalaya - Kubah Masjid Al Istiqomah di Kampung Cipicung, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, tiba-tiba roboh akibat hujan badai, Selasa 25 Januari 2022.
Pengurus DKM Masjid Al Istiqomah Tasikmalaya, Agus Nasaromdoni membenarkan kubah masjid jatuh ke bawah saat terjadi hujan disertai angin kencang (hujan badai) melanda daerah tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.
"Kejadiannya pas hujan, langsung jatuh kubahnya," kata Agus sebagaimana dikutip dari Antara.
Baca Juga: Bejat! Pria Paruh Baya Cabuli Balita Anak Tetangga di Tasikmalaya
Ia menyampaikan kubah masjid itu jatuh ke bagian belakang dan menimpa sebagian atap rumah warga dan dua sepeda motor yang berada di belakang masjid.
Akibat peristiwa itu, kata dia, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerusakan rumah dan sepeda motor, termasuk pada bangunan masjid yang ditaksir kerugiannya sekitar Rp100 juta.
"Kubah itu belinya Rp64 juta, kerugian ditaksir Rp100 juta," katanya.
Baca Juga: Pasangan Kekasih di Tasikmalaya Tipu Para Mahasiswa Dengan Total Rp5,7 Miliar
Ia menyampaikan setelah kejadian itu warga secara gotong royong membersihkan material bangunan, kemudian memperbaiki masjid agar bisa digunakan kembali untuk kegiatan ibadah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Ucu Anwar membenarkan telah terjadi cuaca yang cukup ekstrem yakni hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Tasikmalaya.
Sejumlah personel dari BPBD Kota Tasikmalaya sudah bergerak ke lapangan untuk menanggulangi daerah yang terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.
Baca Juga: Pasangan Kekasih di Tasikmalaya Tipu Para Mahasiswa Dengan Total Rp5,7 Miliar
Daerah yang terdampak bencana itu, kata dia, cukup banyak titiknya, sementara petugas di lapangan jumlahnya terbatas sehingga belum bisa mendata secara keseluruhan.
"Personel kami terbatas dan kejadian banyak, kami masih tangani," katanya. (*)
Editor : inilahkoran


