Lagi Banjir Bandang Melanda Cirebon, Ribuan Rumah Terendam

Banjir Bandang kembali melanda Kabupaten Cirebon ribuan rumah di tiga desa di Kecamatan Waled dan Mundu terendam banjir Minggu malam

Lagi Banjir Bandang Melanda Cirebon, Ribuan Rumah Terendam
Banjir bandang melanda tiga desa di Kecamatan Mundu dan Waled Kabupaten CIrebon. Akibatnya ribuan rumah terendam pada Minggu (13/32022) malam.

INILAHKORAN, Cirebon -  BPBD Cirebon mencatat sekurangnya 1.248 rumah tergenang air akibat banjir bandang yang melanda tiga desa di Wilayah Kabupaten Cirebon, di antaranya di Kecamatan Mundu dan Waled.

Akibatnya, sebanyak 1.612 kepala keluarga (KK) di tiga desa Kabupaten Cirebon ikut terdampak banjir bandang di Kecamatan Mundu dan Waled.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan bahwa banjir bandang melanda bagian wilayah Desa Banjarwangunan dan Mundupesisir di Kecamatan Mundu serta Desa Mekarsari di Kecamatan Waled.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Senin 14 Maret 2022: Pergoki Katrin Bersama Laki-laki Lain, Tante Mayang Lakukan Ini

"Di Desa Banjarwangunan, (banjir) tepatnya di Perumahan Puri Indah dan Grand Firdaus sedangkan di Desa Mundupesisir terjadi di Blok Kalijaga," katanya, Senin 14 Maret 2022 seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, ia mengatakan, banjir bandang juga terjadi di Blok Manis, Pon, Kliwon, dan Wage di Desa Mekarsari, Kecamatan Waled.

Alex mengatakan bahwa air mulai masuk ke rumah warga akibat banjir bandang pada Minggu (13/3) malam, setelah hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam mengguyur ketiga desa tersebut.

Banjir bandang sempat menyebabkan permukiman tergenang setinggi 30 sampai 80 cm dan memaksa setidaknya 179 warga mengungsi. Namun, genangan mulai surut pada Senin dini hari.

Baca Juga: Pengendara Harley di Bandung Aniaya Pengendara Motor Serta Ancam Perang Antar Geng

"Alhamdulillah sudah surut pada Senin dini hari, warga juga sudah mulai membersihkan rumahnya masing-masing," kata Camat Mundu, Anwar Sadat.

Menurut warga setempat, banjir bandang antara lain terjadi karena sungai mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung air saat hujan dengan intensitas tinggi turun.

Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung menurut warga sudah menyurvei kondisi sungai.

"BBWS sudah sempat survei. Katanya mau mengeruk sungai, tapi nyatanya sampai sekarang tidak juga dilakukan," kata Erpan, warga yang rumahnya terdampak banjir.


Editor : inilahkoran