Hampir 6 Jam Mengungsi di Masjid, Banjir Bandang Banjarwangunan Cirebon Sudah Surut

hampir enam jam warga Perum Puri Indah Residen Banjawangunan Cirebon mengungsi di masjid akibat rumahnya terendam banjir bandang

Hampir 6 Jam Mengungsi di Masjid, Banjir Bandang Banjarwangunan Cirebon Sudah Surut
Banjir yang melanda Perum Puri Indah Residen di Banjarwangunan Cirebon kini sudah surut. Hampir 6 jam warga sekitar mengungsi saat rumahnya diterjang banjnir bandang.

 

INILAHKORAN, Cirebon – Bencana banjir bandang yang melanda tiga desa Kabupaten Cirebon Minggu 13 maret 2022 malam saat ini sudah surut, seperti di Banjarwangunan.

Bencana alam banjir bandang juga melanda komplek Puri Indah Residen Banjarwangunan, Kabupaten Cirebon. Hampir enam jam perumahan tersebut terendam banjir bandang, dan baru surut pada Senin  14 Maret 2022, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Pantauan di lapangan pasca banjir bandang,  warga Banjarwangunan Cirebon mulai membersihkan rumah-rumah mereka. Banyak peralatan peralatan rumah tangga yang terendam saat banjir. Tercatat, ada sekitar 70 warga yang mengungsi ke Mesjid setempat, termasuk puluhan anak-anak.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Cirebon merilis, penyebab banjir bandang adalah Sungai Cilunyu dan Sungai Cikalong meluap. Tercatat, perumahan tersebut susah enam kali dilanda banjir, dan banjir saat ini termasuk yang paling parah.

Baca Juga: Dewan Pasti Dukung Anggaran Tambahan Penegakan Operasional Truk Tambang, Asalkan...

"Memang ini akibat meluapnya sungai Cilunyu dan sungai cikalong. Ini banjir yang paling parah," kata Kalak BPBD, Alek Suheryawan.

Sementara, Erfan yang juga salah seorang warga berharap, Pemkab Cirebon agar memperhatikan bencana banjir bandang di wilayahnya. Warga juga beberapa kali menyurati pihak BBWS namun tidak ada tanggapan.

"Kami sudah beberapa kali menyurati BBWS, tapi sama sekali tidak ada tanggapan," akunya.

Erfan mengaku, warga juga mendapat pengobatan gratis dari Puskesmas Pamengkang. Saat ini warga sedang membersihkan sisa lumpur akibat banjir yang masuk ke dalam rumah pascar banjir.

Baca Juga: Bruno Cantanhede Cetak Brace Lagi di Persib, Ini Reaksi Robert Alberts

Dia menambahkan, saat itu ketinggian air di blok D sempat mencapai ketinggian seperut orang dewasa. Sedangkan di Blok B dan C setinggi lutut orang dewasa. (maman suharman)


Editor : inilahkoran