H+1 Lebaran 2022, Jalur Utama Selatan Bandung-Cianjur Meningkat Tajam

Kped-Cianjuratan kendaran tak terbendung di jalur utama Bandung Cianjur tepatnya di selatan Cianjur atau Naringgul

H+1 Lebaran 2022, Jalur Utama Selatan Bandung-Cianjur Meningkat Tajam
Antrean kendaraan tampak terlihat di kawasan Naringgul , di jalur utama selatan Bandung-Cianjur saat Libur Lebaran 2022.

 

INILAHKORAN, Cianjur - Memasuki musim libur Lebaran 2022, atau H+1 Lebaran 2022, volume kendaraan di jalur utama Bandung-Cianjur selatan meningkat tajam sejak Rabu 4 Mei 2022 pagi.

Akibat peningkatan jumlah kendaraan di jalur utama Bandung - Cianjur tersebut menyebabkan kemacetan dan antrean panjang kendaraan dengan laju tersendat selama dua jam mulai dari Kecamatan Naringgul hingga Sindangbarang.

Seperti dikutip dari Antara, Rabu petang dilaporkan antrean kendaraan dengan tujuan berwisata, mudik dan arus balik mulai berbaur di jalur utama selatan Cianjur, sehingga menyebabkan antrean panjang kendaraan dari kedua arah.

Baca Juga: H-7 Lebaran, Volume Kendaraan Di Jalur Utama Cianjur Mulai Meningkat

Upaya memutus rantai kemacetan dilakukan petugas di pos pelayanan di sepanjang jalur Cianjur selatan, puluhan petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP di masing-masing kecamatan melakukan pagar betis untuk mengurai antrian kendaraan agar tidak terus memanjang.

Laju kendaraan tersendat terlihat mulai dari Jalan Raya Bale Gede, Naringgul hingga Jalan Raya Cidaun-Sindangbarang sejauh 12 kilometer.

Sebagian besar pengendara terjebak selama satu jam dengan laju kendaraan terhenti selama beberapa puluh menit dan hanya bergerak sejauh beberapa meter.

Baca Juga: Jalur Cianjur-Bandung Putus Akibat Longsor, Pengendara Diimbau Tak Lalui Jalur Ini

Kapolsek Naringgul, AKP Badru Salam saat dihubungi mengatakan memasuki H+1 Lebaran volume kendaraan pemudik yang hendak pulang dan kembali ke perantauan berbaur dengan kendaraan pendatang yang hendak berlibur ke obyek wisata yang ada di selatan Cianjur.

"Antrean kendaraan sudah terlihat sejak Rabu pagi hingga petang, sebagian besar tujuan wisata dan mudik serta arus balik. Volume kendaraan yang melintas Naringgul mencapai 500 kendaraan per menit didominasi kendaraan roda dua. Pengendara sempat terhambat selama dua jam," katanya.

Untuk mengantisipasi macet total hingga berjam-jam, pihaknya melakukan penyekatan dan sistem buka tutup satu arah untuk memutus rantai antrian. Meski sempat mencair, antrian menuju arah Bandung kembali terjadi menjelang malam, dimana sebagian besar wisatawan hendak kembali ke daerah asal.

Baca Juga: DPRD Jabar Apresiasi SMKN 1 Pacet Kabupaten Cianjur yang Lahirkan Siwa Siap Kerja

"Kami kembali melakukan rekayasa agar tidak terjadi macet total menuju Bandung, sebaliknya menuju Cianjur selatan ramai lancar dengan laju kendaraan tersendat di sejumlah titik rawan seperti Bale Gede dan Jalan Raya Naringgul-Ciwidey," demikian Badru Salam. (*)


Editor : inilahkoran