Babak Baru Banjir Bandang Citengah, Polisi Selidiki Dugaan Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir
Polisi mulai melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan alih fungsi lahan yang menyebabkan banjir bandang Citengah Sumedang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Babak baru kasus banjir bandang Citengah Sumedang. Usai jenazah Aira Dwi Rahmayuni ditemukan, polisi pun bakal lakukan penyelidikan atau pengusutan.
Pengusutan atau penyelidikan dilakukan polisi terkait penyebab terjadinya banjir bandang Citengah Sumedang yang menewaskan Aira Dwi Rahmayuni. Jenazah Aira di temukan sudah meninggal dunia di Sungai Cimanuk, Indramayu pada Sabtu 7 Mei 2022. Dia terseret banjir bandang Citengah Sumedang.
Pasca penemuan jenazah korban hanyut banjir bandang Citengah Sumedang, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana, menyatakan bahwa kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara professional terkait penyebab terjadinya banjir bandang tersebut.
Baca Juga: Banjir Bandang Citengah Sumedang, Seorang Warga Terseret Arus Sungai
“Polda Jabar melalui Polres Sumedang Polda Jabar akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa terjadinya Banjir Bandang yang dugaan sementara akibat alih Fungsi lahan di hulu sungai yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata Suntana, Minggu 8 Mei 2022.
Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak Kepolisian dan Kawasan Wisata Citengah tersebut di tutup sementara sampai proses penyelidikan selesai.
Sebelum ditemukan, tubuh Aira terbawa arus sungai dari Citengah Sumedang saat teradi banjir Bandang sampai dengan Sungai Kali Cimanuk, Bangodua, Indramayu.
Baca Juga: Banjir Bandang, Sebuah Warung di Cipongkor KBB Terseret Arus
Saksi Darman (17) warga Bangodua Indramayu, menerangkan dia melihat sesosok mayat yang tersangkut di tiang pancang, pada saat sedang bermain sambil menelphone diatas pancang kali sungai Cimanuk, selanjutnya Darman dan kakaknya Petrik (27), melaporkan ke Kepala Desa yang kemudian kejadian penemuan Mayat tersebut dilaporkan ke Polsek Tukdana Polres Indramayu Polda Jabar.
Mayat korban selanjutnya di bawa ke RS. Bhayangkara Losarang Indramayu untuk di identifikasi.
Setelah dilakukan identifikasi korban dan keterangan dari pihak keluarga korban dapat diyakini bahwa penemuan mayat tersebut merupakan korban Aira, keluarga meyakini setelah dilihat dari ciri-ciri fisik korban, mulai dari tinggi badan, terdapat tahi lalat di atas bibir, ukuran kaki yang sama, hingga pola sidik jari yang sesuai dengan Ijazah Sekolah milik korban. (Cesar Yudistira)
Editor : inilahkoran


