Keberadaaan Data Akurat dan Valid Diyakini Kunci Penanganan Stunting di Garut

Ketua TPPS Garut Yayan Waryana mengatakan, dalam penanganan stunting di Garut akan all-out. Itu dilakukan agar data akurat dan valid didapat

Keberadaaan Data Akurat dan Valid Diyakini Kunci Penanganan Stunting di Garut
Bupati Garut Rudy Gunawan saat peluncuran Gerakan Bersama Cegah Stunting sebagai langkah awal penangaan stunting di Garut, Kamis 2 Juni 2022. Gerakan dilakukan agar data akurat dan valid bisa didapatkan.

INILAHKORAN, Garut - Ketua TPPS Garut Yayan Waryana mengatakan, dalam penanganan stunting di Garut pihaknya akan all-out. Itu dilakukan agar data akurat dan valid bisa didapatkan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut itu meyakini, keberadaan data akurat dan valid itu merupakan langkah awal dan kunci penanganan stunting di Garut secara tepat.

Yayan menyebutkan, untuk mendapatkan data akurat dan valid itu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melibatkan 33 SKPD, 42 kecamatan dan lintas sektor kecamatan, 442 desa dan kelurahan, 67 Puskesmas serta beberapa pihak dan kader lainnya. Dengan demikian, penanganan stunting di Garut menjadi fokus perhatian semua pihak.

Baca Juga: Cekcok Usai Nonton Film Dewasa, 2 Pelaku Habisi Korban, Jasadya Lalu Dibuang dalam Karung

Menurutnya, penanganan stunting di Garut relatif penting untuk meningkatkan kualitas dan sumber daya manusia yang memiliki produktivitas dan daya saing tinggi. Untuk mewujudkan keluarga-keluarga muda berkualitas sebagai kunci Indonesia Emas yang akan melahirkan generasi emas pada 2045.

Sebagai langkah awal, kegiatan penimbangan serta pencarian balita stunting berlangsung serempak selama satu bulan penuh pada Juni ini.

"Masing-masing kader ini melakukan deteksi dini faktor-faktor yang berisiko stunting secara spesifik dan sensitif. Mereka melakukan pendampingan dan surveilans, yaitu melakukan penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, serta pendampingan bagi bantuan sosial," kata Yayan, Kamis 2 Juni 2022.

Baca Juga: PKH Leuwiliang dan Cibungbulang Dapatkan Fasilitas Usaha dari Diskanak Kabupaten Bogor

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan guna mempercepat penanganan stunting di Garut itu pihaknya mengerahkan berbagai sumber daya serentak melakukan pencarian dan pencatatan anak di bawah usia lima tahun (balita) di seluruh kecamatan meliputi semua desa dan kelurahan. Baik di wilayah utara, tengah, maupun selatan. Juni 2022 ini pun ditetapkan sebagai bulan pencarian balita stunting.

"Kita menggerakan segala daya upaya yang dipilih pemerintah daerah, termasuk TNI/POLRI, mengikuti kegiatan ini. Jadi, ini gerakan besar di 421 desa, 21 kelurahan," kata Rudy Gunawan saat launching Gerakan Bersama Cegah Stunting di Gedung Olahraga Desa/Kecamatan Bayongbong.

Menurutnya, program tersebut juga untuk membuktikan survei Kementerian Kesehatan yang menyebutkan data stunting di Kabupaten Garut berada di angka 35 persen. Gerakannya sendiri sudah berjalan sejak 1 Juni 2022, serentak di 421 desa dan 21 kelurahan. (Zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran