Target Penurunan Kemiskinan di Garut Tak Capai Target, Bahkan Naik 0,67 Persen di 2021

Upaya Pemkab Garut menurunkan angka kemiskinan penduduk Garut pada 2021 gagal memenuhi target bahkan naik.

Target Penurunan Kemiskinan di Garut Tak Capai Target, Bahkan Naik 0,67 Persen di 2021
Upaya Pemkab Garut menurunkan angka kemiskinan penduduk Garut pada 2021 gagal memenuhi target.

INILAHKORAN, Garut- Upaya Pemkab Garut menurunkan angka kemiskinan penduduk Garut pada 2021 gagal memenuhi target.

Angka kemiskinan penduduk Garut justru bertambah sebesar 0,67 persen.

Padahal penurunan kemiskinan merupakan satu dari delapan prioritas pembangunan daerah Garut pada 2021.

Yaitu "Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur serta Penguatan Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan Masyarakat".

Baca Juga: Hiiii..Inilah Daftar Lokasi Wisata Horor di Jabar, Berani Uji Nyali?

Kegagalan penurunan angka kemiskinan di Garut itu terungkap pada Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Garut Akhir Tahun Anggaran 2021 disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan di Rapat Paripurna DPRD Garut belum lama ini.

Dalam keterangannya, Rudy menuturkan, penduduk miskin hasil pendataan Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2021, jumlah penduduk miskin di Garut meningkat 18.580 jiwa dari 262.780 jiwa atau sebesar 9,98 persen pada 2020 menjadi sebanyak 281,360 jiwa atau sebesar 10,65 persen pada 2021.j umlah penduduk miskin di Garut meningkat sebesar 0,67 persen.

Baca Juga: “Pengabdi Setan 2” Segera Tayang, Simak Jadwalnya di Sini!

Selama 2020-2021, persentase penduduk miskin Garut berada pada peringkat sepuluh dibandingkan kabupaten/kota di Jawa barat.

"Dari sisi capaian target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), pancapaian pada 2021 belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," ujarnya dalam laporan tertulisnya.

Dikatakan, untuk indikator jumlah penduduk miskin mencapai 86,38 persen dari target sebanyak 240.960 - 254.380 jiwa. Sedangkan untuk indikator persentase penduduk miskin mencapai 84,62 persen dari target RPJMD 8,98-9,48 persen.

"Pencapaian tersebut tentu saja menjadi suatu tantangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut untuk dapat menurunkan jumlah penduduk miskin, terutama terhadap masyarakat yang berada pada kelompok rentan miskin," katanya.

Baca Juga: Mumpung Momentum Hari Jadi KBB ke-15, Satpol PP Bebersih Curug Malela

Dibandingkan angka persentase penduduk miskin Jawa Barat maupun nasional, pencapaian angka persentase pendudukan miskin Garut sebesar 10,65 persen pada 2021 itu masih berada di atas rata-rata penduduk miskin kabupaten/kota di Jawa Barat sebesar 8,4 persen dan nasional 9,71 persen.

Jika dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, Garut menempati peringkat 10 dari urutan persentase penduduk miskin terbanyak.

Program Pemkab Garut yang juga gagal mencapai target pada 2021 yakni penurunan jumlah pengangguran terbuka.

Alih-alih menurun, angka pengangguran terbuka pada 2021 justru meningkat menjadi 104,212 orang dari 103.607 orang pada 2020.

Baca Juga: Pacar Baru Kim Kardashian, Pete Davidson Resmi Jadi Bagian dari “Hulu Kardashians”. Awal Keseriusan Hubungan?

Padahal dukungan anggaran untuk penurunan kemiskinan dan penurunan pengangguran atau perluasan kesempatan kerja pada 2021 cukup besar mencapai Rp19,98 miliar, dan terealisasi sebesar Rp19,37 miliar (98,47 persen).***(zainulmukhtar)

 


Editor : inilahkoran