Warga Desa Wisata Cisaat Subang Dapat Pelatihan Bahasa Asing dari UNJ

Warga Desa Wisata Cisaat Kabupaten Subang mendapatkan pelatihan bahasa asing dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Warga Desa Wisata Cisaat Subang Dapat Pelatihan Bahasa Asing dari UNJ
Sejumlah dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) di Desa Wisata Cisaat Kabupaten Subang pada 17-19 Juli 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Warga Desa Wisata Cisaat Kabupaten Subang mendapatkan pelatihan bahasa asing dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Sejumlah dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) di Desa Wisata Cisaat Kabupaten Subang pada 17-19 Juli 2022.

Ketua Tim P2M UNJ Ihwan Rahman Bahtiar mengatakan, kegiatan merupakan bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi selain pengajaran dan penelitian. Di Desa Wisata Cisaat Kabupaten Subang itu pihaknya mengambil tema "Pengembangan Desa Wisata Edukasi Melalui Pengenalan Bahasa Asing."

Baca Juga: Kasus Perundungan Anak di Tasikmalaya Naik Penyidikan

Sesuai dengan tema yang diambil, pada pengabdian ini masyarakat Desa Wisata Cisaat yang terdiri dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pengelola home stay diberi pelatihan keterampilan berbahasa asing yaitu Bahasa Arab, Bahasa Prancis, dan Bahasa Inggris.

"Pemilihan Desa Wesata Cisaat sebagai lokasi pengabdian tidak lepas dari fakta bahwa Cisaat saat ini menjadi salah satu desa wisata yang sangat berkembang di Indonesia. Desa Wisata tersebut sudah mulai dikenal wisatawan mancanegara termasuk dari Prancis dan negara kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi," katanya.

Baca Juga: PKS Akan Jalani Sidang Perdana Judicial Review di MK Soal Presidential Threshold 20 Persen

Menurutnya, kegiatan pelatihan bahasa asing ini sendiri menggunakan metode langsung. Para peserta dilatih berkomunikasi secara dengan bahasa Inggris sebagai materi wajib, kemudian mendapat kelas tambahan Bahasa Arab atau Bahasa Perancis sebagai pilihan.

Tema komunikasi yang disampaikan seputar percakapan dasar mengenai perkenalan, penunjuk arah, penginapan, dan transportasi. Tema-tema tersebut diambil atas dasar kompetensi komunikasi yang dibutuhkan masyarakat Cisaat sebagai pokdarwis dan pengelola homestay. (*)


Editor : inilahkoran