Rencana Pemindahan Terminal Cicaheum Tuai Kritik, Pelaku Usaha Mengeluh Ketidakpastian

Rencana pemerintah mengubah Terminal Cicaheum, Kota Bandung menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) memunculkan penolakan dari para pengurus dan pelaku aktivitas di terminal itu. Mereka menilai, wacana tersebut menimbulkan keresahan dan berpotensi merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan terminal.

Rencana Pemindahan Terminal Cicaheum Tuai Kritik, Pelaku Usaha Mengeluh Ketidakpastian
Rencana pemerintah mengubah Terminal Cicaheum, Kota Bandung menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) memunculkan penolakan dari para pengurus dan pelaku aktivitas di terminal itu. Mereka menilai, wacana tersebut menimbulkan keresahan dan berpotensi merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan terminal.

INILAHKORAN.ID - Rencana pemerintah mengubah Terminal Cicaheum, Kota Bandung menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) memunculkan penolakan dari para pengurus dan pelaku aktivitas di terminal itu. Mereka menilai, wacana tersebut menimbulkan keresahan dan berpotensi merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan terminal.

Perwakilan pengurus Terminal Cicaheum, Tisna Somantri mengatakan, rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran soal dampak sosial. “Masyarakat Terminal Cicaheum jelas menolak karena ada beberapa hal, terutama dampak sosialnya,” kata Tisna Somantri, Rabu 10 Desember 2025.

Ia keberatan bila aktivitas terminal harus dipindahkan ke lokasi lain yang menurutnya sudah memiliki penghuni dan ekosistem tersendiri. “Kami sangat keberatan apabila pemindahan dari Terminal Cicaheum ke terminal yang sudah ada penghuninya. Pemerintah andilnya apa? Analisa harus jelas, apakah perpindahan ini akan lebih lancar atau justru menambah kemacetan,” ucapnya.

Menurut Tisna, para pengurus dan pelaku usaha di terminal telah sepakat menolak rencana tersebut. Kekhawatiran terbesar, tutur ia muncul dari proses adaptasi di tempat baru yang belum tentu menerima keberadaan mereka. “Kami harus adaptasi baru. Di sana bisa diterima atau tidak? Kami menduduki tempat yang sudah ada penghuninya. Terus kami datang, apakah mereka siap menerima?” ujar dia.

Pihaknya juga mengkritik munculnya isu pemindahan yang datang tanpa kejelasan. Isu itu beberapa kali mencuat tanpa penjelasan resmi. “Ini isu abu-abu. Kalau memang ini jadi kuncinya, tolong pihak terkait menjelaskan,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, relokasi dinilai memunculkan ketidakpastian. Para pelaku usaha, kata ia sudah terbiasa dengan kondisi Terminal Cicaheum sehingga pemindahan akan membuat mereka harus memulai dari awal. Ia menambahkan, belum ada kepastian mengenai relokasi pedagang. “Relokasinya pun harus jelas,” ujar Tisna.

Ia menegaskan penolakan tersebut bukan semata untuk kepentingan internal terminal, melainkan untuk masyarakat yang mencari nafkah di sana. Ia meminta pemerintah mengedepankan sosialisasi sebelum mengambil keputusan. Menurut dia, para pengemudi juga membutuhkan kejelasan terkait rencana itu. “Pengemudi mengikuti arahan dari sini. Yang jelas sosialisasi sangat diperlukan,” ucapnya.

Tisna berharap, isu pemindahan itu tidak benar dan pemerintah hanya melakukan pembenahan terminal. Ia menyebut, Terminal Cicaheum sebagai ikon Kota Bandung yang seharusnya dipertahankan. “Kami sangat terbuka. Perlakukan kami sebagai warga Indonesia yang baik. Kami siap sosialisasi kapan pun,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana