Resmi Dikukuhkan, DPK Aspanji Kabupaten Cirebon Dorong Ekonomi Daerah

Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dikukuhkan.

Resmi Dikukuhkan, DPK Aspanji Kabupaten Cirebon Dorong Ekonomi Daerah
DPK Aspanji Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dikukuhkan. Diharapkan keberadaan DPK Aspanji jadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah

INILAHKORAN.ID – Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dikukuhkan. Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal organisasi dalam memperkuat peran pelaku usaha pengadaan barang dan jasa sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dewan Penasehat Aspanji Kabupaten Cirebon, Eko Ahmadi mengatakan, kehadiran Aspanji diharapkan mampu menjadi wadah yang menyatukan pelaku usaha pengadaan barang dan jasa serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menggerakkan perekonomian daerah.

Menurut Eko, pembentukan Aspanji Kabupaten Cirebon melalui proses yang cukup panjang hingga akhirnya kepengurusan dapat dikukuhkan secara resmi. Ia berharap momentum tersebut menjadi awal lahirnya semangat baru bagi para pelaku usaha di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

"Aspanji harus mampu menjadi bagian dari solusi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat," ujar Eko Minggu 14 Juni 2026.

Dia menegaskan, organisasi harus mengedepankan profesionalisme dan membangun kerja sama yang kuat dalam memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa secara bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua DPK Aspanji Kabupaten Cirebon,  Surnita Sandi Wiranata menyampaikan,  kepengurusan yang baru dikukuhkan memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab tantangan dunia pengadaan yang terus berkembang, terutama di era digital.

Menurutnya, pelaku usaha pengadaan saat ini tidak hanya dituntut mampu memenangkan tender, tetapi juga harus menjaga integritas dan mendukung terciptanya tata kelola pengadaan yang transparan serta akuntabel.

"Tantangan pelaku usaha pengadaan saat ini tidak lagi sebatas memenangkan tender. Lebih dari itu, diperlukan komitmen kuat untuk menjaga integritas, transparansi, serta mendukung terciptanya ekosistem pengadaan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik maladministrasi," ucapnya.

Sandi menjelaskan, transformasi digital yang terjadi dalam sistem pengadaan menuntut para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kompetensi dan penguasaan teknologi, termasuk memahami perkembangan sistem e-katalog dan platform digital lainnya.

Dia menegaskan, Aspanji akan berperan sebagai jembatan pemberdayaan bagi pengusaha lokal Kabupaten Cirebon agar mampu bersaing dengan pelaku usaha dari tingkat nasional maupun global.

"Salah satu fokus utama organisasi adalah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui proses pengadaan yang tepat waktu, berkualitas, dan sesuai aturan," ungkapnya.

Selain memperkuat kapasitas anggota melalui program pelatihan dan sertifikasi, Aspanji juga berkomitmen memberikan pendampingan serta perlindungan hukum bagi anggota, sekaligus memperluas akses informasi terkait dunia pengadaan barang dan jasa.

Sandi mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik menjadikan jabatan sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi daerah. Dia berharap Aspanji dapat menjadi rumah bersama yang memperkuat solidaritas dan profesionalisme para pelaku usaha pengadaan di Kabupaten Cirebon.

"Kita harus membuktikan bahwa pengusaha pengadaan di Kabupaten Cirebon memiliki etika bisnis yang tinggi, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah," pintanya.

Dia menambahkan, pengukuhan DPK Aspanji Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah.  Tujuannya, menciptakan sistem pengadaan yang sehat, transparan, serta memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.***


Editor : JakaPermana