Respons Kondisi Warga Kampung Cijuhung yang Terisolir, Dishub KBB Siapkan Rencana ini

Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (Dishub KBB) tengah menyiapkan solusi bagi warga Kampung Cijuhung RW 11, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, KBB yang selama ini terisolir.

Respons Kondisi Warga Kampung Cijuhung yang Terisolir, Dishub KBB Siapkan Rencana ini
Dishub KBB menilai warga Kampung Cijuhung yang terisolir itu mayoritas menggunakan jalur perairan Waduk Cirata untuk beraktivitas kerap terkendala dengan adanya persoalan gulma air atau eceng gondok yang menutupi kawasan perairan tersebut. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (Dishub KBB) tengah menyiapkan solusi bagi warga Kampung Cijuhung RW 11, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, KBB yang selama ini terisolir.

Pasalnya, Dishub KBB menilai warga Kampung Cijuhung yang terisolir itu mayoritas menggunakan jalur perairan Waduk Cirata untuk beraktivitas kerap terkendala dengan adanya persoalan gulma air atau eceng gondok yang menutupi kawasan perairan tersebut.

"Kami mendapat instruksi dari Pj Bupati Bandung Barat untuk menyiapkan infrastruktur dan solusi terkait persoalan aksesibilitas yang dirasakan warga Kampung Cijuhung yang terisolir," kata Kepala Dishub KBB Fauzan Azima saat ditemui, Senin 26 Februari 2024.

Termasuk, kata dia, menyiapkan alat transportasi seperti perahu dan alat untuk membersihkan eceng gondok dan mengolahnya sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomis.

Menurutnya, dalam mempersiapkan solusi bagi warga Kampung Cijuhung perlu ada kolaborasi antara stakeholder. Sebab, perlu penanganan yang dilakukan secara sirkular dari hulu hingga ke hilir.

"Perlu ada kolaborasi, sehingga bisa melahirkan perencanaan yang matang," tuturnya.

Dengan begitu, sambung Fauzan, persoalan eceng gondok yang selama ini menjadi kendala bagi warga Kampung Cijuhung bisa teratasi dan bisa mendongkrak potensi perekonomian di sana.

"Misalnya, ada komunitas yang memiliki keahlian untuk mengolah eceng gondok menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. Hanya saja, mereka membutuhkan mesin untuk menggiling dan mengeringkan gulma air tersebut," paparnya.

Oleh karena itu, untuk mencari solusi tersebut semua stakeholder harus duduk bersama. Termasuk, fokus Dishub KBB pun harus melakukan pengamanan jalur perairan.

"Itu dilakukan kalau jalur perairan tersebut digunakan untuk infrastruktur angkutan perairan," sambungnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar lantaran perairan Waduk Cirata ini masuk dalam kawasan tiga wilayah, seperti KBB, Cianjur dan Purwakarta.

"Kita pun berkolaborasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) meskipun kawasan Kampung Cijuhung milik Indonesia Power. Tapi karena dihuni masyarakat kita tentu pemerintah harus ada," ujarnya.

Termasuk, terang Fauzan, adanya keberadaan nelayan jaring apung. Sehingga,  Dishub KBB harus melakukan patroli dan aktivitas perhubungan lainnya lantaran ada aktivitas di kawasan perairan Waduk Cirata.

"Di sana (Waduk Cirata) ada aktivitas masyarakat yang menggunakan kapal. Sehingga, izin dan kelayakan kapal perahu di sana harus dipastikan sesuai regulasi. Jadi gak bisa asal," terangnya.

"Jika masyarakat butuh pemerintah untuk melakukan uji kelayakan kita harus ada. Karena mau berapapun jumlah warga KBB di sana, tetap aspek keselamatan harus diterapkan," tegasnya.

Sebab, sambung Fauzan, sekecil apapun kebutuhan masyarakat Pemda harus memfasilitasi. Sehingga, concern Dishub Bandung Barat sebagaimana arahan bupati pihaknya masukan kebutuhan warga Kampung Cijuhung dalam program perairan.

"Untuk itu, kami akan bergerak dan memonitor kendala apa yang dihadapi masyarakat dan melakukan komunikasi dengan stakeholder terkait," ujarnya.

"Apa yang bisa diberikan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat kita berikan. Salah satunya, menyediakan perahu yang bisa membersihkan eceng gondok untuk membuka aksesibilitas," tambahnya.

Tak hanya itu, lanjut Fauzan menuturkan, Dishub KBB juga tengah fokus menyiapkan berbagai infrastruktur di wilayah perairan di selatan Bandung Barat.

Sebab, aktivitas di perairan Waduk Saguling di wilayah selatan juga cukup tinggi, sehingga diperlukan treatment yang berbeda dengan warga yang tinggal di perairan Waduk Cirata.

"Karena kendala di Cijuhung ini eceng gondok, kita akan fokus pada pengelolaannya. Kita juga sudah ajukan bantuan untuk kebutuhan di sana dan solusinya semua bisa dikomunikasikan. Dengan begitu, eceng gondok ini bisa menjadi edukasi peningkatan ekonomi," paparnya.

Meski begitu, sambung Fauzan, secara prinsip terkait persoalan sungai, danau dan penyeberangan (SDP) ini telah pihaknya antisipasi.

"Mudah-mudahan usulannya bisa diterima, konsep wisata edukasi dan perairan," tandasnya.

Seperti diketahui, Kampung Cijuhung, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu dusun yang terisolir lantaran eceng gondok yang kerap menutupi perairan Waduk Cirata.

Akibatnya, warga setempat kerap mengalami kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, sekolah hingga kesulitan untuk menjangkau fasilitas kesehatan saat terjadi kondisi darurat. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani