Retribusi Anjlok 50 Persen, Komisi II: Kondisi Pasar Minggu Palimanan Tidak Sehat
KOmisi II DPRD Kabupaten Cirebon menyebut kondisi Pasar Minggu Palimanan sudah tidak sehat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon. Langkah itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi pasar yang dinilai memprihatinkan meski belum genap satu tahun direvitalisasi.
Menurutnya, pasar yang dibangun melalui bantuan anggaran APBD Provinsi Jawa Barat itu kini disebut hanya ditempati sekitar 20 pedagang. Sebagian besar kios di dalam pasar masih kosong dan aktivitas jual beli terpantau sepi.
Aan mengaku baru mengetahui kondisi tersebut dari pemberitaan media. Dia menyayangkan pasar yang seharusnya sudah berjalan efektif pasca diresmikan justru kehilangan daya tarik bagi pedagang maupun pembeli.
“Seharusnya setelah revitalisasi pasar bisa lebih hidup dan nyaman. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, pedagang sepi dan pembeli tidak mau datang,” kata Aan, Senin 11 Mei 2026.
Dia juga mengaku terkejut, setelah mengetahui pendapatan retribusi Pasar Minggu mengalami penurunan drastis hingga hampir 50 persen. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan pasar.
“Saya kaget ketika tahu retribusinya turun hampir 50 persen. Ini benar-benar kondisi yang tidak sehat, apalagi revitalisasi pasar ini menggunakan bantuan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, lanjut Aan, akan segera memanggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Cirebon untuk meminta penjelasan terkait kondisi tersebut.
Dia juga meminta Disperindag segera melakukan kajian ulang terhadap keberadaan pasar, termasuk mengevaluasi penyebab minimnya minat masyarakat berbelanja di lokasi baru.
Selain itu, Aan mendesak agar pasar darurat yang sebelumnya digunakan saat proses revitalisasi segera dibongkar. Dia menilai, keberadaan pasar sementara itu diduga menjadi salah satu penyebab pedagang enggan kembali menempati kios di bangunan baru.
“Pasar darurat harus segera dibongkar supaya pedagang kembali masuk ke kios di Pasar Minggu. Sekarang hampir 90 persen kios kosong,” akunya.
Aan menambahkan, alasan pembeli enggan datang ke Pasar Minggu juga perlu dievaluasi secara menyeluruh. Salah satu keluhan yang muncul, kata dia, adalah posisi area perdagangan yang berada di lantai dua sehingga dinilai kurang efektif untuk aktivitas pasar tradisional.
“Harus dievaluasi kenapa pembeli tidak mau naik ke lantai dua. Pedagang juga merasa lebih nyaman saat kondisi pasar sebelum direvitalisasi,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Minggu yang terletak di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, terancam bangkrut total. Padahal pasar tersebut baru saja mendapatkan proyek revitalisasi pada bulan Agustus tahun 2024. Revitalisasinya sendiri menghabiskan anggaran sebesar Rp15 miliar batuan dari Provinsi Jabar.
Namun bukannya bisa menambah PAD, kondisi pasar kemungkinan bangkrut total. Sejak diresmikan awal tahun 2025, dari sekitar 250 pedagang, sekarang hanya tersisa 20 an pedagang saja.
Ini karena sejak diresmikan, pengunjung pasar 90 persen turun drastis. Mereka tidak mau berbelanja semua kios dialihkan ke lantai atas. Sementara lantai bawah yang nota bene awalnya tempat mereka berjualan, berfungsi sebagai tempat parkir.
Editor : Ahmad Sayuti


