Ribuan Jemaah Jabar Masih Umrah, Kemenag: Penerbangan Aman di Tengah Konflik
Kemenag Jabar memastikan penerbangan para jemaah umrah aman walaupun saat ini konflik Iran-Israel dan AS makin memanas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Kanwil Kementerian Haji dan umrah Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian mengatakan sekitar 3 ribuan jemaah asal Jawa Barat masih melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci Arab Saudi di tengah konflik besar antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.
“Ada sekitar 3 ribuan jemaah Jawa Barat yang memang masih melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci pada saat ini. Itu informasi dari pusat yang kita dapat seperti itu,” ujar Boy saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah serangan militer besar-besaran oleh pasukan Israel dan AS terhadap Iran, yang termasuk serangan udara di berbagai target penting di Iran.
Meski demikian, Boy memastikan situasi penerbangan dari dan menuju Arab Saudi tetap berjalan normal, tanpa adanya penutupan bandara di negara tersebut akibat konflik.
“Tidak, tidak ada lagi. Maksudnya memang dari awal itu tidak ada penutupan bandara. Kalau di Arab Saudi ini, kita dapat informasi bahwa tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Boy juga memastikan para jemaah umrah masih dapat pulang sesuai jadwal menggunakan berbagai maskapai yang beroperasi normal.
“Ya, Saudi Airlines, kemudian Lion Air, Garuda, itu tidak ada masalah. Tetap masih bisa melakukan perjalanan atau rute penerbangan seperti biasa,” tambahnya.
Terkait dinamika biro perjalanan umroh, Boy menyebut data sementara memperlihatkan terdapat sekitar 649 travel umrah yang aktif di Jawa Barat. Ia menghimbau travel dan jamaah yang sudah memiliki jadwal keberangkatan untuk mempertimbangkan opsi penjadwalan ulang (rescheduling) jika diperlukan.
“Kita di travel umroh itu di Jawa Barat sampai saat ini ada sekitar 649,” ucap Boy.
Boy mengakui hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah jemaah yang menunda keberangkatan umrahnya. Pemerintah masih menunggu laporan resmi yang masuk melalui sistem pencatatan ibadah umroh nasional (SISKOPATU).
“Belum, kita masih menunggu dari pusat. Karena kan ketika dia terdaftar di SISKOPATU baru bisa ketahuan dia melakukan perjalanan ibadah umroh. Kalau belum masuk ke dalam SISKOPATU itu belum bisa dimasukkan ke dalam, bisa dihitung dalam data seperti itu,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


