Ridwan Kamil Pastikan Nataru Aman Terkendali

 Gubernur  Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) aman terkendali

Ridwan Kamil Pastikan Nataru Aman Terkendali
 Gubernur  Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) aman terkendali

INILAHKORAN, Bandung – Gubernur  Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) aman terkendali, pasca melakukan apel gabungan yang melibatkan lintas sektoral seperti dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan di depan Gedung Sate, Kamis  22 Desember 2022.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil menjelaskan, pihaknya bersama stakeholder terkait telah melakukan konsep dalam memberikan keamanan, baik bagi umat kristiani yang melakukan Natal maupun wisatawan. Seperti pengamanan di titik masuk wilayah Jawa Barat serta rekayasa lalu lintas, guna mengurai kemacetan.

Pengamanan Nataru ini kata dia, akan dimulai sejak Jumat (23/12) ini hingga 2 Januari 2023 mendatang. Diharapkan, dengan persiapan ini proses selama libur Nataru dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan ekses negatif apapun.

“Ada kurang lebih sekitar 44 juta manusia di Indonesia bergerak sampai tahun baru. Jadi ini sangat massif. Harus diwaspadai yang mau liburan. Sehingga harus dilakukan pengamanan. Penggabungan sudah disiapkan dalam pelaksanaan Nataru. Pengamanan di titik-titik keberangkatan, bandara, pelabuhan, terminal mohon ditingkatkan,” ujar Emil usai apel.

“Juga biasanya menjelang tahun baru, heboh sekali wisata lokal. Agar alur kemacetan (tidak parah), parkir dikonsepkan sehingga kegiatan berlibur bisa dilaksanakan dengan baik. Keamanan ini dilakukan dari besok, tanggal 23 sampai 2 Januari. Yang akan melaksanakan ibadah Natal, silakan dilakukan dengan rasa aman, nyaman dan tenang. Insya Allah seluruh pengamanan sudah sangat-sangat siap,” imbuhnya.

Kang Emil menambahkan, kendati beberapa waktu lalu sempat terjadi aksi terorisme di Kota Bandung. Pada libur Nataru kali ini, telah dipastikan sudah diredam oleh pihak kepolisian. Sehingga dapat dipastikan masyarakat yang melakukan ibadah Natal dan wisatawan, dapat melakukan aktivitasnya dengan tenang.

“26 teroris sudah ditangkap di seluruh Indonesia. Enam di Jawa Barat, sisanya di seluruh tanah air. Ini menandakan kinerja kepolisian untuk mendeteksi dan memastikan rasa aman dan nyaman dari teror, itu sudah sangat memadai. Jadi walaupun di Bandung terjadi aksi terorisme, Insyaa Allah 25 Desember dan malam Misa silakan beribadah dengan tenang dan nyaman,” ucapnya.

“Kami malam Misa, tanggal 24 akan keliling seperti biasa untuk memberikan kehadiran fisik. Untuk memberi rasa nyaman dan aman kepada seluruh warga Jawa Barat kristiani yang melaksanakan natal,” tambahnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengimbau bila melihat sesuatu yang mencurigakan agar segera melapor kepada pihak berwajib, guna mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

“Saya juga titip himbau ke masyarakat, kalau ada pergerakan-pergerakan individu yang mencurigakan mohon proaktif melaporkan. Lebih baik waspada daripada kita tidak waspada,” pintanya.

Sementara Kapolda Jawa Barat Suntana memaparkan, pihaknya telah melakukan beragam upaya preventif guna memastikan libur Nataru berjalan lancar. Pelbagai persiapan telah dilakukan seperti menyiapkan jumlah personel dan pos-pos pengamanan di titik-titik tertentu se-Jawa Barat, untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi premanisme di tempat-tempat objek wisata yang dapat merugikan wisatawan. Suntana memastikan, akan menindak tegas siapapun yang melakukan aktivitas tercela terhadap orang lain selama proses libur Nataru berlangsung.

“Berbagai upaya kita lakukan, mulai dari deteksi dini preventif. Bila ada infofmasi yang kami terima dan kami akan kembangkan menjadi gangguan, segera kami laksanakan sesuai aturan. Seluruh Polres, Polsek sudah bekerjasama dengan teman-teman aparat setempat untuk mendeteksi keberadaan orang-orang yang patut dicurigakan di lingkungan masing-masing. Kami juga sudah instruksikan, selain menjaga beberapa objek. Kami tekankan disini tidak ada premanisme di tempat wisata,” kata Suntana.

“Kami ingatkan kepada teman-teman yang melakukan aksi ini (premanisme), untuk tidak melaksanakan. Kami akan menindak tegas kepada kelompok yang mengkhawatirkan masyarakat. Kami mohon infonya kepada masyarakat, apabila ada premanisme yang melaksanakan aksinya dengan alasan apapun kami akan laksanakan tindakan. Jumlah semua ada 26 ribu personel untuk Jawa Barat dan ada 320 pos. Baik Pospam, pos terpadu dan pos pelayanan,” tambahnya.

Lebih lanjut Suntana menerangkan, pengamanan dilakukan secara dinamis mulai dari ruas jalan serta penempatan personel di tempat-tempat strategis yang dimulai sejak Misa Natal digelar. Termasuk akses tol keluar-masuk yang baru seperti Tol Cisumdawu dan Tol Cigombong kata dia, turut menjadi perhatian.

“Secara dinamis (pengamanan). Seluruh jalan atau tol, dilaksanakan untuk malam Misa dan malam berikutnya. Kita laksanakan pengiriman pasukan di beberapa tempat, juga nanti di malam tahun baru. Semua personel dibagi sedemikian rupa secara dinamis untuk mengantisipasi gangguan. Keberhasilan saat lebaran akan kita gunakan,” jelasnya.

“Seluruh jalur (diamankan). Apalagi Pak Gubernur juga mengingatkan kepada saya, agar Cisumdawu dan Tol Cigombong Parung Kuda sangat kita jaga, walaupun baru dibuka,” sambungnya.

Sedangkan mengenai penanganan kemacetan di area wisata, khususnya Pantai Pangandaran. Suntana mengatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah juga masyarakat, bagaimana menyiapkan kantong parkir yang lebih terkonsep untuk meminimalisir kemacetan. Mengingat selama ini, sumber kemacetan selalu disebabkan oleh parkir sembarangan.

“Kami mempunyai rumus dari beberapa arah. Biasanya stuck dari beberapa kantong parkir. Alhamdulillah sekarang pemerintah daerah, Pangandaran dibantu dengan masyarakat kita sudah menyiapkan kantong-kantong parkir, untuk bisa menampung di tujuh pantai yang ada di Pangandaran,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti