Hukum Membaca Bacaan Sholat dalam Hati, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Rasulullah SAW Saja Tidak Begitu!
Sholat merupakan ibadah paling utama yang wajib dikerjakan seluruh umat muslim. Apa Hukum Membaca Bacaan Sholat dalam Hati?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Sholat merupakan ibadah paling utama yang wajib dikerjakan seluruh umat muslim. Apa Hukum Membaca Bacaan Sholat dalam Hati?
Allah mengistimewakan sholat melalui bacaan-bacaannya yang mengandung banyak arti berupa doa untuk kita.
Maka Allah memerintahkan pula untuk khusyuk dalam sholat dengan cara memahami isi bacaan sholatnya.
Lalu bagaimana Hukum Membaca Bacaan Sholat dalam Hati?
Baca Juga: Biodata Eka Pratama, Pria Asal Bandung yang Kini Jadi Kepala Chef Restoran Tertinggi di Dunia
Hal tersebut tetap sah kata Ustadz Syafiq Riza Basalamah, tapi Allah lebih menyukai seorang hamba yang meminta melalui doa dan diucapkan dengan lisannya.
“Doa itu kan kalimat, maka ucapkan saja melalui lisan meskipun tidak kedengaran,” jelas Ustadz Syafiq Riza Basalamah.
Para sahabat juga melihat Rasulullah SAW saat sholat dzuhur mulutnya tetap bergerak. Artinya beliau membaca bacaan sholat tidak di dalam hati.
Saat sholat tugas hati hanya fokus terhadap arti-arti bacaan sholat, bukan ikut membaca. Apalagi ketika lisan terdiam.
Baca Juga: Dibanding 2021, Kasus Kebakaran di Kota Bandung Menurun
“Bahkan kata Rasul bacaan sholat harus bisa didengar minimal oleh telinga sendiri,” lanjutnya.
Hukum Membaca Bacaan Sholat dalam Hati dikatakan sah sholatnya apabila tetap khusyuk. Tapi Allah lebih menyukai hamba-Nya yang berdoa melalui lisan.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


