Riwayat Kesehatan Mental Arya Daru Terungkap, Pernah Dua Kali Konsultasi Online

Apsifor mengungkapkan terkait riwayat kesehatan mental Arya Daru.

Riwayat Kesehatan Mental Arya Daru Terungkap, Pernah Dua Kali Konsultasi Online
Kematian Arya Daru

INILAHKORAN - Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) mengungkapkan bahwa diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, memiliki riwayat upaya mengakses layanan kesehatan mental secara daring pada dua periode berbeda, yakni pada tahun 2013 dan 2021.

Temuan tersebut disampaikan perwakilan Apsifor, Nathanael E.J. Sumampouw, dalam konferensi pers bersama pihak kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Selasa 29 Juli 2025.

Temuan ini diperoleh setelah tim Apsifor melakukan asesmen psikologis forensik secara menyeluruh terhadap latar belakang pribadi dan profesional Arya.

"Dari data-data yang dihimpun, kami menemukan bahwa almarhum sempat mencari bantuan layanan kesehatan mental secara online pada tahun 2013 dan terakhir di tahun 2021," ujar Nathanael.

Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya kesadaran Arya untuk mengelola kondisi psikologisnya, meskipun secara sosial ia dikenal sebagai pribadi yang tertutup terhadap emosi negatif.

“Beliau dikenal sebagai sosok yang positif, pekerja keras, dan peduli pada lingkungan. Namun, dari sisi psikologis, ia cenderung memendam tekanan dan tidak mudah mengekspresikan emosi negatif, terutama saat berada di bawah tekanan,” katanya.

Tim Apsifor melakukan wawancara mendalam dengan keluarga, rekan kerja, atasan, serta individu-individu lain yang mengenal Arya. Mereka juga mempelajari dokumen-dokumen terkait yang menggambarkan kehidupan pribadi dan karier almarhum.

Dari hasil asesmen tersebut, Apsifor menyimpulkan bahwa Arya mengalami tekanan psikologis di masa-masa terakhir kehidupannya, yang berkaitan erat dengan cara pandangnya terhadap diri sendiri, lingkungan, dan masa depan.

"Tekanan ini diinternalisasi dan tidak diperlihatkan secara terbuka. Ini juga menjelaskan mengapa tidak banyak orang di sekelilingnya yang menyadari kondisi batin yang dialaminya," ujar Nathanael.

Meski demikian, Apsifor menegaskan bahwa dalam interaksinya dengan lingkungan kerja, Arya tidak menunjukkan gejala atau perilaku menyakiti diri (self-harm) secara eksplisit. Justru, ia dipandang sebagai pribadi yang dihormati dan diandalkan oleh koleganya.


Editor : Firda Rachmawati