Rokib Klaim Tanah Sareal Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Kota Bogor 

Camat Tanah Sareal Rokib menilai Tanah Sareal siap dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan Kota Bogor dengan adanya fasilitas kesehatan, pendidikan dan banyaknya UMKM terutama bidang kuliner. Selain itu infrastruktur juga tengah digeliatkan untuk menunjang wilayah pusat pengembangan.

Rokib Klaim Tanah Sareal Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Kota Bogor 
Rokib menyebutkan, untuk geliat perekonomian di Tanah Sareal, dominasi UMKM, kalau skala kecamatan ya khusunya bidang kuliner. Usaha perhotelan cukup berkembang, sudah banyak yang berjalan meski belum ada penambahan hotel baru. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Camat Tanah Sareal Rokib menilai Tanah Sareal siap dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan Kota Bogor dengan adanya fasilitas kesehatan, pendidikan dan banyaknya UMKM terutama bidang kuliner. Selain itu infrastruktur juga tengah digeliatkan untuk menunjang wilayah pusat pengembangan.

"Ada usulan 100 pembangunan infrastruktur fisik yang jadi prioritas dan kami dorong ke tingkat kota untuk tahun 2027. Mengenai nanti di kota tidak masuk skala prioritas, ya keputusan di tingkat kota. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan adalah TPT, drainase dan jalan. Ada juga pelatihan ketenagakerjaan, untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) warga Tanah Sareal," ungkap Rokib kepada INILAHKORAN.ID, Rabu 21 Januari 2027.

Rokib menyebutkan, untuk geliat perekonomian di Tanah Sareal, dominasi UMKM, kalau skala kecamatan ya khusunya bidang kuliner. Usaha perhotelan cukup berkembang, sudah banyak yang berjalan meski belum ada penambahan hotel baru. 

"Tentunya untuk menjadi wajah Kota Bogor dimasa depan sudah menunjang ada hotel, ada beberapa rumah sakit. Untuk investasi juga mulai berjalan, bahkan terbaru ada rumah sakit yang akan beroperasi RSIG, Rumah Sakit Mulia, kemudian ada Rumah Sakit Cancer yang direncanakan beroperasi tahun 2026. Selain itu untuk perumahan sendiri cukup banyak berkembang, tapi tahun 2025 maupun 2026 belum banyak yang jalan, belum ada pengembangan baru gitu. Kalau yang sedang mengurus perizinan itu perumahan Emerald," tuturnya. 

Rokib menyebutkan jumlah penduduk Tanah Sareal ada 237 yang tersebar di 11 kelurahan. Kepadatannya itu hampir semuanya sebanding, tapi yang terpadat kelurahan Kayu Manis, Kelurahan Mekarwangi dan Kelurahan Kencana. 

"Nah, untuk kultur masyarakat Tanah Sareal ada Sunda, tapi mayoritas saat ini lebih kepada Jakarta dan ada Melayu. Jadi semoga Tanah Sareal semakin berkembang," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi (Baperrida) Rudy Mashudi memaparkan, wilayah Tanah Sareal Pemkot Bogor berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan beberapa program prioritas, pertama stoplet Sukaresmi itu diwujudkan. Kemudian akan dibangun SMA Negeri 11, termasuk di samping SMA Negeri 11 nanti ada lapangan olahraga yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat juga.

"Belum lagi pembangunan IPAL dan WTE Kayu Manis. Ada juga lanjutan GOR Pajajaran, kemudian penataan Taman Heulang. Terus rencana pembangunan jalan dari Pemuda, kemudian Dadali sampai dengan Sukaresmi. Ditambah lagi rencana underpass Kebon Pedes. Jadi banyak rencana pembangunan di Tanah Sareal. Secara bertahap nanti kami laksanakan ya," terang Rudy.


Editor : Doni Ramdhani