Iswara Sambut Minat Investor Prancis untuk Transportasi, Sampah hingga Air Minum

Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara menyambut positif ketertarikan investor asal Prancis yang siap menggelontorkan investasi senilai Rp2,3 triliun ke Jabar. Khususnya pada sektor infrastruktur strategis dan layanan dasar publik.

Iswara Sambut Minat Investor Prancis untuk Transportasi, Sampah hingga Air Minum
Iswara menjelaskan, BPI Finance yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Prancis bersama Vinci Construction, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Eropa, menyatakan minat berinvestasi pada proyek transportasi dan konektivitas, pengelolaan limbah (waste to energy), hingga pembiayaan jangka panjang. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara menyambut positif ketertarikan investor asal Prancis yang siap menggelontorkan investasi senilai Rp2,3 triliun ke Jabar. Khususnya pada sektor infrastruktur strategis dan layanan dasar publik.

Ketertarikan tersebut terungkap dalam audiensi antara DPRD Jabar bersama PT Mandala Putera Prima (MPP), Vinci Construction, dan BPI Finance di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 21 Januari 2026.

Iswara menjelaskan, BPI Finance yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Prancis bersama Vinci Construction, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Eropa, menyatakan minat berinvestasi pada proyek transportasi dan konektivitas, pengelolaan limbah (waste to energy), hingga pembiayaan jangka panjang.

"Mereka menyampaikan, mempunyai alokasi anggaran setara Rp2,3 trilun untuk bisa dialokasikan di Jawa Barat. Mudah-mudahan nanti ada program yang bisa sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ada," kata Iswara usai audiensi.

Menurut Iswara, pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat kepercayaan investor asing terhadap prospek pembangunan Jawa Barat. Namun, ia menegaskan tindak lanjut tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan riil dan perencanaan pemerintah daerah.

Ia berharap Pemprov Jabaaar dapat segera menyiapkan proyek yang matang dan bankable agar minat investasi tersebut dapat segera direalisasikan.

Sejumlah sektor dinilai masih terbuka luas untuk dikembangkan, mulai dari pengelolaan sampah, Light Rail Transit (LRT), hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang masih membutuhkan dukungan investasi berskala besar.

Iswara menilai, minat investor Prancis semakin menguat setelah pemaparan potensi daerah oleh Bappeda dan DPMPTSP Jawa Barat, termasuk peluang pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Meski untuk BIJB, Pemprov Jabar telah memiliki peta jalan tersendiri dalam pengembangannya. 

"Mereka tertarik. Tadi dari sekian banyak yang dipaparkan oleh Bappeda, DPMPTSP, tadi yang mereka banyak pertanyaan terkait dengan empat kegiatan tersebut," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani