Rossoneri Nyaris Terkubur di Olimpico

Rossoneri Nyaris Terkubur di Olimpico
Foto Net

STADION Olimpico terasa seperti panggung sandiwara yang kejam bagi AC Milan, Minggu (13/9) dini hari WIB.Bayang-bayang kekalahan dari Lazio sepertinya tak terhindarkan.

Oleh: Bsafaat

Di pinggir lapangan, wajah Ruben Amorim tampak tegang ketika papan skor menunjukkan angka 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Milan memang seperti kehilangan arah.

Ketika gol demi gol bersarang di gawang mereka, ada rasa sesak yang menjalar di dada para pendukungnya. Taktik Amorim dipertanyakan, dan para pemain berjalan dengan kepala tertunduk.

Di atas tribun, sorak-sorai pendukung Biancocelesti bergemuruh, merayakan kerapuhan sang raksasa.

Pada saat kritis itulah, Amorim melakukan perjudian dengan memasukkan tenaga baru. Dan di sinilah keajaiban itu dimulai.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-60, keheningan pendukung Milan pecah menjadi histeria.

Christian Pulisic melepaskan umpan silang tinggi yang melayang ke kotak penalti. Dari sudut yang sangat sempit dan tidak diuntungkan, Diego Moreira berlari menyambut bola.

Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan voli spektakuler sebelum bola sempat menyentuh tanah. Gol! Skor berubah 2-1.

Belum detak jantung para suporter kembali normal, hanya dua menit berselang, Moreira kembali melakukan aksi heroik. Dari tepi kotak penalti, dengan ketenangan seorang eksekutor ulung, pemain muda asal Belgia ini melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok kanan gawang.

Dua gol dalam waktu 120 detik. Sebuah pembuktian bahwa determinasi manusia mampu meruntuhkan dominasi yang sudah dibangun sepanjang laga. Moreira tidak hanya menyelamatkan Milan dari kekalahan, ia mengembalikan harga diri.

“Energi di babak pertama jujur saja tidak ada, kami kehilangan bola tanpa tekanan, operan-operan sederhana,” ujar Amorim kepada DAZN Italia.

Amorim mengakui Milan main jelek pada babak pertama. Milan baru menunjukkan wajah yang berbeda di paruh kedua.

“Mereka melewati bekbek kami dengan terlalu mudah, tapi babak kedua sebaliknya. Kami punya energi, kami mengendalikan permainan, itu tadi tim yang sepenuhnya berbeda dan permainan yang berbeda.” “Kami berhasil mengamankan satu poin, tapi kalau Anda melihat ke permainan, kami harus lebih baik. Anda tidak bisa cuma bermain satu babak,” katanya. (bsf )


Editor : Inilahkoran