INILAHKORAN-Meski mayoritas kasus omicron terjadi karena melakukan perjalanan luar negeri. Namun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kepada orang yang tidak melakukan perjalanan luar negeri.
Hal tersebut dikatakan Direktur RSUD Otista Soreang, dr Riantini, di Soreang, Selasa (4/1/2022).
Sehingga, kata Riantini, pihaknya tetap melakukan sejumlah langkah guna mengantisipasi varian baru tersebut. Pertama, yaitu dengan menyiapkan delapan ruang isolasi. Meski sebenarnya sudah ada tempat isolasi di gedung lama RSUD Soreang.
“Kalau isolasi itu ada delapan bed. Untuk pasien Covid-19 yang umum, kemudian ibu hamil dengan Covid-19, ada lagi untuk bayi dan anak-anak. Jadi dibagi berdasarkan golongan dan umur,” katanya.
Riantini menjelaskan, selain menyiapkan ruang isolasi tambahan, RSUD Soreang juga sudah menerapkan screening dengan memasang barcode Peduli Lindungi di semua akses masuk gedung. Kemudian, selama kondisinya masih berstatus pandemi maka jam besuk tidak diberlakukan di rumah sakit.
Upaya selanjutnya adalah dengan menggelar program vaksinasi Covid-19. Riantini mengungkapkan pada tanggal 6 Januari mendatang akan digelar penyuntikkan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-12 tahun, dengan sasaran 200 orang. Menurutnya, dengan kegiatan vaksinasi maka kasus Covid-19 bisa ditekan.
“Saat ini cangkupan vaksinasi sudah lebih luas, mudah-mudahan dengan vaksinasi yang terus bergerak, kasus juga bisa ditekan dan harapan dari WHO yaitu 2022 ini pandemi bisa selesai,” ujarnya.
Untuk saat ini di gedung isolasi RSUD Soreang lama, lanjut Riantini, tidak ada pasien Covid-19. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program vaksinasi dari pemerintah. Apalagi kedepan ada rencana program vaksinasi booster.
“Harus divaksin minimal dua kali, karena kedepannya ada rencana program vaksinasi booster untuk masyarakat,” katanya.(rd dani r nugraha).***