Ruang Kecil untuk Cerita Remaja
REMAJA membutuhkan ruang untuk bercerita, bertanya, dan mencari jalan keluar. PIK-R hadir sebagai ruang pendampingan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Masa remaja penuh dengan pertanyaan, kegelisahan, dan keputusan yang kadang sulit dibicarakan. Ketika persoalan terasa berat untuk dipendam sendiri, ruang untuk bercerita dan mencari pertolongan menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
Ruang itu kini hadir di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, Banten. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai ruang bagi siswa mendapatkan konseling sekaligus edukasi tentang kesehatan reproduksi.
PIK-R merupakan hasil kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Kehadirannya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang kesehatan mental, mencegah perilaku berisiko dan perkawinan usia anak, sekaligus membantu mereka menyiapkan masa depan secara sehat dan terencana.
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan ruang konseling sebaya penting karena remaja sering kali merasa lebih nyaman berbagi persoalan dengan teman seusianya.
PIK-R tidak hanya menjadi tempat untuk mencari informasi. Ruang tersebut juga diharapkan menjadi tempat remaja saling mendukung, bercerita, dan bersama-sama menemukan jalan keluar dari persoalan yang mereka hadapi.
“Kalau punya hal-hal yang mengganjal, ada yang dipendam, harus bisa sharing dengan sesamanya supaya kita bisa cari solusinya,” ujar Isyana dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (21/9).
Pendampingan seperti itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan remaja sebagai sumber daya manusia yang berkualitas. Sebab, masa remaja bukan hanya tentang belajar di ruang kelas, tetapi juga tentang membangun kemampuan mengenali diri, mengambil keputusan, dan merencanakan masa depan.
Indonesia sendiri tengah berada pada peluang bonus demografi. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 286 juta jiwa, dengan sekitar 190 juta jiwa berada pada usia produktif. (gin)
Editor : Inilahkoran

