Runtuhnya Mushala Ponpes Al Khoziny Masih Misteri, Polda Jatim Akan Libatkan Ahli
Polda Jatim akan menyelidiki tragedi ambruknya mushala ponpes Al Khoziny.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menegaskan penyelidikan terkait penyebab ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, masih terus berlangsung.
Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto, Kapolda Jatim, menyebut pihaknya akan melibatkan tim ahli konstruksi untuk memastikan hasil investigasi berjalan menyeluruh.
“Sejak awal proses runtuhnya sudah kita dokumentasikan. Namun penyelidikan ini harus dilihat secara menyeluruh, dari proses pembangunan awal hingga struktur bangunan selesai. Karena itu, kami butuh panduan dari tim ahli konstruksi,” ujar Kapolda saat meninjau lokasi, Jumat (3/10).
Penyelidikan Didampingi Ahli Konstruksi
Nanang menegaskan, polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelidiki insiden tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi dengan para ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kementerian PUPR sangat diperlukan.
“Nantinya ahli konstruksi akan membantu kami dalam memastikan langkah evakuasi maupun pemindahan material. Prosesnya harus hati-hati karena masih ada beberapa jenazah di bawah reruntuhan,” jelasnya.
Fokus Kemanusiaan dan Pendataan Korban
Meski proses penyelidikan berjalan, Kapolda menekankan bahwa prioritas utama saat ini tetap pada aspek kemanusiaan. Pihak kepolisian bersama tim gabungan masih terus melakukan pendataan korban.
Pendataan korban dibagi dalam tiga klaster: santri, pengurus pesantren, dan pekerja pembangunan. Dari data sementara, tercatat 53 korban masih belum ditemukan.
“Untuk sementara kami fokus pada pendataan dan pencarian korban. Semua dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama saat menggunakan alat berat,” kata Nanang.
Proses Evakuasi Tetap Berjalan
Polisi menegaskan pencarian korban akan terus dilanjutkan dengan pendekatan kombinasi manual dan alat berat. Namun setiap langkah akan diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan risiko tambahan pada korban yang masih tertimbun reruntuhan.
“Intinya, kami tidak bisa sembarangan. Setiap pergerakan alat berat dilakukan sesuai arahan ahli, agar pencarian tetap aman,” tutup Kapolda Jatim.
Editor : Firda Rachmawati

