Rupiah Melemah, Dedi Mulyadi: Ibarat Dua Sisi Mata Pisau

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat layaknya dua sisi mata pisau.

Rupiah Melemah, Dedi Mulyadi: Ibarat Dua Sisi Mata Pisau
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat layaknya dua sisi mata pisau.

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat layaknya dua sisi mata pisau.

Bagi perusahaan yang mengekspor barang, tingginya dolar seperti sekarang. Di mana 1 USD pada kisaran Rp17.839, jelas menguntungkan. Namun bagi perusahaan yang impor produk dari luar, kondisi ini diakuinya sangat berat.

Implikasinya terjadi efek berganda, karena memicu kenaikan harga terhadap produk lainnya.

"Dampaknya pasti ada. Dua variabelnya, yang ekspor pasti merasa untung, tapi yang bahan bakunya impor pasti berat. Pasti ada yang dirugikan dan diuntungkan," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Selaku kepala daerah, ia mengaku lebih memilih nilai tukar rupiah daerah stabil. Supaya inflasi di Jawa Barat dapat tetap terjaga.

"Tapi saya berharap ke depan, dolar bisa lebih stabil," harapnya.

Seperti diketahui, imbas dari geopolitik global, nilai rupiah terus melemah. Harga bahan baku impor seperti minyak, plastik dan kedelai naik.

Sehingga situasi tersebut turut memengaruhi kenaikan pada komoditas lain, yang menggunakan bahan baku tersebut. ***


Editor : JakaPermana