Sah! Iwan Setiawan Resmi Jadi Bupati Bogor Definitif Periode 2018-2023

Seiring dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 100.2.1.3-3658 Tahun 2023 pada Jumat (1/9/2023), Iwan Setiawan secara resmi menjadi Bupati Bogor definitif di sisa masa jabatan 2018-2023.

Sah! Iwan Setiawan Resmi Jadi Bupati Bogor Definitif Periode 2018-2023
Iwan Setiawan secara resmi menjadi Bupati Bogor definitif di sisa masa jabatan 2018-2023.

INILAHKORAN, Bandung – Seiring dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 100.2.1.3-3658 Tahun 2023 pada Jumat (1/9/2023), Iwan Setiawan secara resmi menjadi Bupati Bogor definitif di sisa masa jabatan 2018-2023.

Iwan akan memimpin Kabupaten Bogor terhitung sejak pelantikan, yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu 2 September 2023 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga akhir Desember 2023 mendatang.

Dalam sambutannya Emil mengatakan, Iwan harus dapat mengoptimalkan kewenangannya secara berani dalam membangun kemaslahatan masyarakat.

Tidak hanya itu, dia juga meminta kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat, dapat sepenuhnya mendukung kebijakan-kebijakan dalam membangun Kabupaten Bogor.

“1000 persen mohon didukung. Kabupaten Bogor harus bangkit, harus juara. Saya sangat berharap, masyarakat Kabupaten Bogor dapat belajar dari sejarah. Kita harus menjadi insan yang belajar tentang hikmah kehidupan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selaku Gubernur Jabar ada tiga pesan yang ingin disampaikan dan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Bupati Bogor.

Pertama adalah menjaga integritas selaku pimpinan, sebab menurunya hal tersebut adalah pondasi paling utama. Kedua adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati, memaksimalkan kemajuan teknologi saat ini. Terakhir adalah membangun profesionalitas.

“Hanya kejernihan hati yang akan jadi benteng kekuatan kita. Disini era digital, layani mereka (masyarakat) dengan kecepatan digital, sapa mereka dengan media sosial. Jadi pemimpi juga arus sabar, sudah risiko menjadi tempat pelampiasan. Kuncinya ikhlas, sabar. Terakhir, bangunlah Bogor dengan profesional. Walaupun sisa hanya beberapa bulan, cari orang pintar, yang punya ilmu karena tegaknya sebuah negara kuncinya ada pada ilmu,” imbuhnya.

Emil menambahkan, pihaknya turut mengharapkan Iwan dapat menerapkan falsafah Sunda secara arif dan bijaksana. Hade goreng ku basa, batu turun keusik naik, cai na herang lauk na beunang dinilainya dapat menjadi solusi dalam menghadapi dinamika dalam membangun Kabupaten Bogor.

“Kami meyakini, dalam hitungan bulan akan ada lompatan perubahan yang dibungkus dengan keberanian. Komunikasi, silih asah silih asuh, silih wawangi. Kompromi untuk kepentingan rakyat,” ucapnya.

Selain itu, dia menyebut seiring dengan padatnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang sudah lebih dari 5 juta jiwa. Selayaknya harus dilakukan pemekaran, seperti yang tengah diupayakan Pemprov Jabar yakni memecahnya menjadi tiga bagian, dengan tambahan Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur.

Mengingat jumlahnya  saat ini kata dia, sudah setara dengan jumlah penduduk Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bali. Sebab dengan adanya pemekaran, dia meyakini pembangunan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor akan semakin terakselerasi.

“Itulah kenapa secara ilmiah, kami menyetujui pemekaran dua tambahan yang ujungnya  agar rakyat Kabupaten Bogor terlayani dengan cepat. Indeks-indeks pembangunan meningkat. Tapi kan politik adalah kesepakatan. Hari ini sepakat dimoratoriumkan. Tapi kita perjuangkan, agar kepentingan rakyat kita terlayani,” tuturnya.

Lebih lanjut Emil berpesan, agar Bupati Bogor dan stakeholder terkait dapat terus memantau pembangunan jalan tol khusus angkutan tambang sepanjang 11,6 kilometer yang menghubungkan Parung Panjang dan Rumpin, Cigudeg agar secepatnya bisa selesai. Sebab menurutnya, tidak ada hal lain yang lebih penting selain menjamin keselamatan masyarakat.

“Agar rakyat Parung Panjang-Rumpin tidak ada lagi korban jiwa, saya titip harus selesai. Walaupun berproses. Mohon dikawal oleh semua, kita sukseskan,” harapnya.

Sementara Iwan menuturkan, pasca pelantikan ini pihaknya akan segera mengakselerasi beberapa tugas yang sempat terkendala agar proses pembangunan Kabupaten Bogor dapat segera terealisasi. Meski diakuinya hal tersebut tidak mudah, karena masa kepemimpinannya tinggal menyisakan empat bulan lagi.

“Sambutan Pak Gubernur tadi singkat tapi cukup berisi. Memang berat, mudah-mudahan saya bisa melaksanakan itu. Apalagi terkait kesejahteraan rakyat, yang menurut saya harus diterjemahkan oleh pemerintah daerah dan seluruh perangkat,” ungkapnya.

Kendati demikian dia mengaku tetap optimistis, beberapa agenda yang menjadi pekerjaan rumah akan segera dituntaskan. Di antaranya adalah mengisi kekosongan jabatan dalam lingkungan pemerintahan Kabupaten Bogor. Dimana hal tersebut diakuinya sangat vital, karena menyangkut dengan pelayanan masyarakat.

Iwan berharap, agenda-agenda tersebut secepatnya dapat terealisasi secara maksimal sebelum masa kepemimpinannya berakhir ada Desember 2023 mendatang. Sehingga roda pemerintahan dapat berjalan normal, guna percepatan pembangunan daerah.

“Akselerasi percepatan, mudah-mudahan ada progres yang baik. Bagaimana mengevaluasi kinerja perangkat daerah, pengisian jabatan yang kosong. Eselon II kurang lebih ada 11, camat, bidang. Sekarang mudah-mudahan proses pengisian dilaksanakan, kemudian kembali normal menjalankan pemerintahan dengan baik. Mudah-mudahan bisa cepat,” harapnya.

Sebelum ditetapkan menjadi Bupati Bogor definitif, Iwan merupakan Wakil Bupati mendampingi Ade Yasin usai memenangkan Pilkada pada 2018 silam. Namun seiring dengan ditetapkannya Ade Yasin menjadi tersangka oleh KPK, atas dugaan suap terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selanjutnya Iwan melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3178, ditetapkan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor. Sampai akhirnya diputuskan menjadi bupati definitif terhitung sejak awal September 2023. (Yuliantono)


Editor : Yosep Saepul Ramadan