Mikel Merino Sang Supersub

SPANYOL punya sederet pemain bintang tetapi hanya satu berstatus supersub.

Mikel Merino Sang Supersub
Dialah Mikel Merino, pemain yang masuk terlambat tetapi kontribusinya datang di waktu tepat.

Dialah Mikel Merino, pemain yang masuk terlambat tetapi kontribusinya datang di waktu tepat.

Gol Mikel Merino pada menit ke-88 membantu Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 untuk mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Gelandang Arsenal itu mengatakan dia terkejut telah mencetak begitu banyak gol penentu dalam waktu singkat.

Merino dimasukkan manajer Luis de la Fuente pada menit ke-86 pertandingan perempat final antara Spanyol dan Belgia di Los Angeles. Hanya dua menit kemudian, Merino mencetak gol kemenangan, dengan cepat menyambar bola rebound setelah tembakan Pau Cubarsí diselamatkan kiper Senne Lammens.

Ini adalah pertandingan kedua berturut-turut di mana Merino berperan sebagai "pemain pengganti super" untuk Spanyol. Sebelumnya, di babak 16 besar melawan Portugal, gelandang berusia 30 tahun itu juga dimasukkan pada menit ke-85 sebelum mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-90+1.

"Jujur, saya tidak tahu harus berkata apa. Saya sendiri tidak percaya," kata Merino setelah pertandingan.

"Setelah melakukannya sekali, saya pikir akan butuh waktu lama sebelum saya bisa melakukannya lagi. Tapi kemudian itu terjadi."

Merino percaya bahwa mencetak gol-gol penting bukanlah sekadar keberuntungan: "Saya percaya pada keberuntungan, tetapi saya rasa ini bukan keberuntungan. Yang penting adalah Anda selalu siap ketika dimasukkan ke lapangan. Jadi orang-orang seharusnya tidak terkejut ketika saya mencetak gol di menit-menit terakhir, karena saya selalu siap."

Merino kesulitan menggambarkan isi hatinya usai kemenangan melawan Belgia. Dia merasa sedang berjalan di atas mimpi-mimpinya.

"Perasaan bisa masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol untuk membantu tim memenangkan dua pertandingan berturut-turut sungguh luar biasa," kata dia.

Merino lantas bicara soal dukungan para pemain Spanyol lainnya yang membuat performanya terus mengalami peningkatan.

"Rekan-rekan setim saya terus mengatakan, 'Kamu akan mencetak gol lagi.' Saya selalu ingin masuk ke lapangan untuk membantu tim bermain lebih baik dan berkontribusi dengan cara apa pun yang saya bisa," kata Merino.

Saling Sindir

Sementara itu, bintang Spanyol Lamine Yamal menyindir Prancis jelang pertemuan kedua tim di semifinal Piala Dunia 2026. Bek Les Bleus Ibrahima Konate menjawab sindiran itu.

Perang urat syaraf dilancarkan Yamal jelang pertandingan. Pemain berusia 18 tahun itu menyebut Prancis mestinya takut dengan Spanyol yang sudah mengalahkannya di semifinal Euro 2024 dan Nation League.

"Jika ada yang harusnya khawatir, maka itu Prancis - kami menyingkirkan mereka di Euro," kata Yamal.

Omongan pedas Yamal ditanggapi dingin Timnas Prancis. Konate menyebut timnya tidak takut dengan Spanyol dan tidak ambil pusing dengan omongan lawan.

"Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan semua yang dikatakan tentang pertandingan ini. Kami tidak perlu takut pada siapa pun," Konate menuturkan, dilansir dari Marca.

"Apa yang terpenting adalah mempertahankan kerendahan hati yang telah kami tunjukkan di awal kompetisi ini dan tidak jatuh ke dalam perangkap semacam itu, terutama pada saat seperti ini. Dia bisa mengatakan apa pun yang dia inginkan." Bek anyar Real Madrid itu menambahkan.

Timnas Prancis selalu meraih kemenangan sejak fase grup hingga perempatfinal Piala Dunia 2026. Les Bleus bahkan paling produktif dengan 16 gol, sementara Spanyol baru kebobolan sekali sejauh ini.

"Kami akan mempersiapkan pertandingan dengan sebaik mungkin, dan saya berharap ketika pertandingan berakhir, hasilnya akan menguntungkan kami," ujarnya. (bsf)

 


Editor : Inilahkoran