Sapi Kurban Tercebur ke Sungai, Damkar Kota Tasikmalaya Evakuasi Selama Dua Jam
Seekor sapi kurban lepas saat hendak dibawa ke lokasi penyembelihan hingga tercebur ke aliran Sungai Cikalang, Kec Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/5/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Seekor sapi kurban lepas saat hendak dibawa ke lokasi penyembelihan hingga tercebur ke aliran Sungai Cikalang, Kampung Sukarasa RW 02, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/5/2026) pagi.
Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga yang tengah bersiap menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Sejumlah warga berlarian menghindar, sementara lainnya berusaha mengejar sapi yang kabur.
Ketua RW 02 sekaligus panitia kurban, Asep WK, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat sapi dipindahkan dari kandang menuju lokasi penyembelihan.
“Ketika sapi digiring ke tempat penyembelihan, lepas dari pegangan warga. Sapinya memang agresif lalu kabur ke Sungai Cikalang,” ujar Asep di lokasi kejadian.
Menurutnya, sapi tersebut sempat berlari hingga ke wilayah Kampung Cintarasa sebelum akhirnya berhasil digiring kembali menyusuri aliran sungai menuju lokasi awal. Namun, warga kesulitan mengevakuasi hewan tersebut karena posisi sapi berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar lima meter.
Karena tidak mampu mengangkat sapi ke atas, warga kemudian meminta bantuan Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya.
Petugas Damkar Regu 3 Kota Tasikmalaya tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi sekitar pukul 08.36 WIB. Evakuasi berlangsung dramatis lantaran sapi terus memberontak saat hendak diangkat.
Pantauan di lokasi, petugas bersama warga harus bekerja ekstra hati-hati. Bahkan seorang warga yang membantu proses evakuasi sempat terpelanting ke sungai akibat perlawanan sapi.
Komandan Regu 3 Damkar Kota Tasikmalaya, Fikri Fauzi Maulana, mengatakan pihaknya menerjunkan enam personel untuk menangani evakuasi tersebut.
“Kami menerima laporan ada sapi tercebur ke sungai sedalam kurang lebih lima meter. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam,” kata Fikri.
Petugas menggunakan peralatan vertical rescue dan tripod untuk mengangkat sapi dari dasar sungai. Setelah melalui proses cukup panjang, sapi akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.55 WIB dan langsung disambut tepuk tangan warga yang memadati lokasi.
Fikri mengungkapkan, kendala utama dalam proses penyelamatan adalah kondisi sapi yang stres dan agresif.
“Kendalanya karena sapi terus melawan. Tapi Alhamdulillah proses berjalan lancar dan tidak ada personel yang mengalami luka,” ujarnya.
Meski sempat membuat panik warga, proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan aman dan sapi dapat kembali dibawa ke lokasi penyembelihan.
Editor : Doni Ramdhani

