Sejarawan Israel Hadir dalam Simposium Pernaskahan Nusantara, FIB UI Klarifikasi

FIB UI klarifikasi terkait kehadiran Sejarawan Israel dalam Simposium Pernaskahan Nusantara

Sejarawan Israel Hadir dalam Simposium Pernaskahan Nusantara, FIB UI Klarifikasi

INILAHKORAN - Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) memberikan klarifikasi setelah ramai sorotan publik terkait kehadiran sejarawan asal Israel, Ronit Ricci, sebagai narasumber dalam Simposium Pernaskahan Nusantara XX dan Musyawarah Nasional Manassa VII.

Acara bertema “Naskah Nusantara: Ingatan Kolektif dan Masa Depan Filologi Indonesia” itu dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Oktober 2025. Penyelenggaraan dilakukan oleh Masyarakat

Naskah Nusantara (Manassa) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, dengan mencantumkan logo Universitas Indonesia (UI) pada materi acara.

Sikap FIB UI: Netral dan Menjunjung Nilai Kemanusiaan

Dekan FIB UI, Bondan Kanumoyoso, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa sebagai institusi akademik, UI memiliki tanggung jawab moral untuk tetap netral, independen, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Terkait konflik Israel-Palestina, FIB UI menyampaikan rasa simpati dan solidaritas kemanusiaan kepada seluruh korban. Kami menekankan pentingnya perdamaian, dialog, dan keadilan sebagai prinsip akademik yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal,” jelas Bondan.

Manassa Minta Maaf Soal Penggunaan Logo UI

Sementara itu, pihak Manassa selaku penyelenggara juga mengeluarkan klarifikasi resmi melalui media sosial. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan UI atas penggunaan logo kampus tanpa melalui prosedur yang semestinya.

“Kami, Manassa, menyampaikan permohonan maaf kepada Pimpinan Universitas Indonesia atas pemakaian logo UI tanpa prosedur sebagaimana mestinya, serta akibat yang ditimbulkan dari pemakaian logo tersebut,” tulis pernyataan resmi Manassa.

Simposium Tetap Digelar

Meski menuai kontroversi, simposium tetap dijadwalkan berlangsung sesuai agenda dengan menghadirkan sejumlah pakar naskah nusantara, termasuk Ricci, yan


Editor : Firda Rachmawati