Sekitar Seratus KK Warga Terdampak Banjir di Garut Harus Direlokasi
Sekitar seratus KK yang rumahnya terdampak banjir Garut Kota harus direlokasi. Pasalnya, rumah mereka persis berada di bibir sungai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Sekitar seratus KK yang rumahnya terdampak banjir di kawasan Kecamatan Garut Kota harus direlokasi. Pasalnya, rumah mereka persis berada di bibir sungai.
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyebutkan, seratus KK warga yang rumahnya mesti direlokasi itu antara lain di Kampung Dayeuh Handap Kelurahan Kota Kulon yang terlintasi aliran Sungai Cipeujeuh, dan Kampung Bale Kambang Kelurahan Paminggir yang dilintasi aliran Sungai Cimanuk. Kedua kampung tersebut relatif paling parah terdampak banjir bandang pada 15 Juli 2022.
"Kalau misalkan (mereka sekitar seratus KK) tetap di situ, kita juga enggak bisa memberikan bantuan rumah karena itu di sempadan sungai. Yang kedua, itu (jika banjir) kena lagi," kata Wabup Garut Helmi Budiman, Jumat 22 Juli 2022.
Baca Juga: Jelang Porprov Jabar 2022, FORKI KBB Bakal Turunkan Atlet Peraih Emas
Pihaknya, lanjut Helmi, saat ini, telah melakukan koordinasi berkaitan lahan tanah untuk lokasi relokasi warga tersebut. Antara lain di daerah Al Bayyinah dan Kampung Burung Beo Kelurahan Muarasanding Kecamatan Garut Kota.
"Di situ di daerah Al Bayyinah beberapa tanah punya kita. Kita tawarkan. Kita sudah melakukan negosiasi," ujarnya.
Untuk pembangunan rumahnya sendiri, kata Helmi, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap memberikan bantuannya.
Baca Juga: Persib Kembalikan Satrio Azhar ke Bandung United
Menurut Helmi, berkaitan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di 14 kecamatan, saat ini, ada sebanyak tiga kecamatan di antaranya dinyatakan selesai masa tanggap daruratnya. Beberapa kecamatan lainnya masih dalam penanggulangan.
Berkenaan bantuan dana kerohiman, dia mempersilahkan warga terdampak bencana segera melapor kepada aparat pemerintah setempat dengan menyertakan bukti kuat untuk menghindari ada bantuan tidak tepat sasaran. (Zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


