Selain Ancam Bikin DPRD Jabar Kisruh, Ade Barkah Juga Teror Bappeda via Flasdisk, Isinya Usulan Proyek

Ingin usulan proyek masuk Banprov Jabar, Ade Barkah melakukan berbagai cara. Selainancam bikin kisruh DPRD, dia juga meneror via flasdisk.

Selain Ancam Bikin DPRD Jabar Kisruh, Ade Barkah Juga Teror Bappeda via Flasdisk, Isinya Usulan Proyek
Mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/9).

INILAHKORAN, Bandung- Selain mengancam membuat kekisruhan di DPRD Jabar, mantan Pimpinan DPRD Jabar Ade Barkah juga terus-terusan ‘meneror’ Bappeda Jabar lewat flasdisk yang berisi usulan jatah proyek mereka yang harus masuk di Banprov Jabar.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Banprov Jabar untuk Kabupaten Indramayu, dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPRD Jabar Ade Barkah Surahman, dan mantan DPRD Jabar Siti Aisyah, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (13/9/2021).

Dalam sidang dengan agenda kesaksian, salah seorang saksi Yuke Mauliana Septina yang menjabat sebagai Kabid Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jabar menyebutkan peranan Ade Barkah dan Siti Aisyah dalam pengusulan proyek di Indramayu yang bersumber dari Banprov Jabar.

Baca Juga: Rocky Gerung vs Sentul City: Haris Azhar Pertanyakan HGB Pengembang

Awalnya Yuke menjelaskan, usulan untuk pembangunan yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar itu langsung diusulkan oleh kabupaten/kota via RKPD online. Singkatnya, usulan yang masuk itu ditutup seminggu sebelum Musrembang dan setelah Musrembang langsung keluar peraturan gubernur  (Pergub).

JPU KPK Febby Dwiyandospendy kemudan menanyakan fakta yang terjadi, apakah ada campur tangan dari DPRD Jabar. Yuke pun membenarkannya.

”Kalau info yang saya terima langsung, Ade Barkah dan Siti Aisyah,” jawabnya.

Adapun peranan Ade Barkah dalam Banrpov ini, Yuke menyebutkan, yakni sebagai pimpinan DPRD Jabar dia memberitahukannya soal usulan dari beberapa anggota DPRD Jabar, dan meminta kepada Bappeda untuk mengkrosceknya apakah usulan itu sudah masuk atau belum.

Baca Juga: Warga Pejambon Hentikan Proyek Pokir DPRD Kabupaten Cirebon, Ini Penyebabnya

Jika sesuai aturan, lanjutnya, usulan yang diajukan oleh DPRD seharusnya lewat e-planing atau jika ada usulan yang bersumber dari pokok pikiran (Pokir) DPRD Jabar bisa juga langsung menyurati kepada kepala Bappeda Jabar.

Namun, faktanya tidak seperti itu. Pihaknya hanya menerima sebuah flasdisk yang berisikan beberapa usulan proyek dari DPRD Jabar, khususnya untuk Kabupaten Indramayu. Pihaknya hanya disuruh mengecek saja.

”Flasdisk yang saya terima sudah ada nama kegiatan dan angka dari DPRD-nya. Bukan dari Bappeda,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, Ade Barkah pun pernah menyatakan jika untuk usulan dari DPRD itu satu pintu darinya dan akan diserahkan oleh stafnnya Fajajar Sidik.  Jadi sebenarnya, peranan DPRD itu secara aturan sebelum musrembang, dan berhenti saat usulan sudah masuk dalam RKPD online.

Permintaan Ade Barkah untuk mengecek usulan program proyek dari Indramayu lewat flasdisk tidak hanya sekali dua kali. Lantaran, tidak semua usulan di RKPD online langsung diterima, karena harus disesuaikan dengan Pagu indikatif dan kemampuan daerah.

”Mungkin ada beberapa kegiatan yang ditolak oleh kami. Kemudian berikan flasdisk, dan minta dicek lagi setelah diperbarui. Bahkan, Ade pernah meminta kembali RKPD dibuka lantaran usulan dari Indramayu belum masuk,” katanya.  

”Dia WA saya ada beberap kegiatan Indramayu belum masuk aplikasi dan minta dibuka, saya bilang sudah selesai di proses perencanaan. Saya sempat menolak, dia jawab kalau tidak dibuka aplikasinya akan kisruh di DPRD. Namun saya tidak meminta penjelasan soal kisruh itu,” tegasnya.

Begitu juga dengan Siti Aisyah,Yuke mengaku mantan anggota DPRD Fraksi Golkar itu sempat mendatangi Bappeda Jabar lebih dari sekali. Sama seperti Ade Barkan, dia pun meminta beberapa usulan termasuk di dalamnya dari Indramayu walaupun Dapil Siti Aisyah dari Kabupaten dan Kota Bekasi.

Baca Juga: Terungkap, Ajay Suap Penyidik KPK Rp507,39 Juta untuk Amankan Perkara

”Bahkan dia pernah meminta saya untuk memasukan usulan. Namun saya bilang kami hanya menginput usulan yang masuk dari kabupaten/kota,” ujarnya.  

Hal yang sama diungkapkan dua mantan Kepala Bappeda Jabar, Yerry Yanuar dan Mohammad Taufiq Santoso. Kedauanya pernah menerima laporan jika Ade Barkah dan Siti Aisyah mengkondisikan usulan dari DPRD Jabar.

”Di Maret 2018, Ade Barkah pernah bilang ada usulan menyusul. Dan akan ada usulan untuk di cek yang lewat flasdiks,” ujarnya.

Ditanya jaksa berapa jumlah usulan yang berasal dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Jabar, Yery pun sering mendengarnya saat rapat TAPD dengan Sekda terdahulu Iwa Karniwa.

”Kalau jatahnya setiap rapat TAPD selalu dibahas paling berat, sampai Rp 1,8 triliun per tahun,” ujarnya.*** (Ahmad Sayuti)

 


Editor : inilahkoran