Semarak Kirab Pelajar Yogyakarta: Mengenal Budaya Membuka Cakrawala
KIRAB budaya menjadi ruang belajar bagi para pelajar. Dari sana, nilai budaya dan karakter ditanamkan sejak dini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Langkah kaki para pelajar bergerak dalam irama kirab. Busana tradisional, suasana budaya, dan semangat anak-anak mewarnai perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Kirab budaya Gagrak Ngayogyakarta dan karnaval pelajar itu bukan sekadar perayaan. Pemerintah Kota Yogyakarta menjadikannya ruang untuk mengenalkan kebudayaan kepada generasi muda sekaligus menanamkan karakter berbudaya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum agar para pelajar semakin mengenal kebudayaan Yogyakarta.
“Yang jelas ini karnaval penuh suasana budaya, kirab budaya. Jadi saya ingin sekali bahwa adik-adik kita ini mengenal kebudayaan Yogyakarta,” kata Hasto saat melepas peserta kirab budaya di SDN Gedongkuning Yogyakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (5/10).
Menurut Hasto, pengenalan budaya sejak sekolah penting untuk membentuk karakter dan kepribadian pelajar. “Kalau Yogya ya berbudaya Ngayogyakarta,” ujarnya.
Di tengah semarak kirab, perhatian Hasto juga tertuju pada sekolah dasar negeri. Ia meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) memperkuat kualitas SD, termasuk SDN Gedongkuning.
Sekolah yang memiliki sarana atau bangunan rusak diminta segera direhabilitasi. Dukungan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) juga didorong untuk menambah guru dan meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari prestasi akademik hingga akhlak, kepribadian, dan spiritual.
Hasto menilai persoalan kualitas menjadi penting karena jumlah murid di sejumlah SD negeri Kota Yogyakarta mengalami penurunan. Kondisi itu menunjukkan minat masyarakat terhadap sekolah negeri masih perlu diperkuat.
“Cita-cita saya SD Negeri itu sudah gratis, harus kualitasnya bagus,” katanya.
Kota Yogyakarta juga menghadapi keterbatasan lahan untuk membangun sekolah rakyat dalam skala besar. Karena itu, satuan pendidikan yang sudah ada perlu dioptimalkan, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia pengajarnya.
“Maka, inilah wujud sekolah rakyat kita. SD negeri diminati oleh masyarakat, kita gratiskan dan prestasinya harus bagus,” ujar Hasto. (gin)
Editor : Inilahkoran

