Sempat Viral di Medsos, Polisi Mediasi Pelajar SMKN 3 Baleendah dan SMA 2 Pasundan Banjaran yang Tawuran
Polresta Bandung melakukan mediaasi antara pelajar SMKN 3 Baleendah dan SMA 2 Pasundan Banjaran yang terlibat tawuran dan sempat viral
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Sebuah potongan video pendek tawuran antara pelajar SMA 2 Pasundan Banjaran dengan siswa SMKN 3 Baleendah viral di media sosial.
Rekaman aksi tawuran sekelompok siswa SMA 2 Pasundan Banjaran yang datang rombongan bermotor dan menyerang sekelompok siswa SMKN 3 Baleendah itu terjadi di Jalan Raya Wiranatakusumah Baleendah, Selasa 2 Agustus 2022 kemarin.
Dalam rekaman kamera pengintai (CCTV) terlihat sekitar lima orang siswa SMKN 3 Baleendah yang tengah duduk dan berbincang-bincang di pinggir jalan, tiba-tiba dihampiri oleh puluhan orang siswa SMA 2 Pasundan Banjaran yang datang dengan lebih dari 10 sepeda motor.
Baca Juga: Polisi Bersama Komunitas Otomotif Deklarasikan Anti Kekerasan dan Tawuran
Rombongan itu, langsung menyerang kelompok kecil siswa SMKN 3 Baleendah itu dan aksi tawuran pun pencah. Beruntung, dalam kejadian tersebut, tidak menyebabkan adanya korban jiwa.
Untuk mengantisipasi terjadinya serangan balasan. Pihak Kepolisian langsung turun tangan melakukan mediasi dan pengarahan kepada para pelajar yang terlibat tawuran tersebut. Para siswa dan orang tuanya dan pihak sekolah SMKN 3 Baleendah dan SMA Pasundan Banjaran dihadirkan di Mapolsek Baleendah pada Rabu 3 Agustus.
"Saat kejadian juga langsung kami respon dengan mengirimkan personil ke tempt kejadian perkara (TKP). Ada beberapa orang pelajar yang kami amankan, termasuk ada batu dan rantai yang dijadikan senjata oleh mereka," kata Kapolsek Baleendah, Kompol Sungkowo usai menggelar mediasi, Rabu 3 Agustus 2022.
Baca Juga: Ngeri... Tawuran Pelajar Cileungsi, Empat Kena Tebas Senjata Tajam, 12 Orang Jadi Tersangka
Sungkowo menegaskan, pada kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Termasuk sepeda motor milik kedua belah pihak pun tak ada yang rusak parah. Jumlah pelajar yang datang menyerang sekitar 10 hingga 12 orang dengan berboncengan motor.
"Ini awalnya dari postingan salah seorang pelajar SMKN 3 Baleendah di media sosial. Para pelajar di SMA Pasundan tersulut dan mendatangi ke Baleendah untuk mencari oknum pelajar yang memposting unggahan di media sosial itu," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, lanjut Sungkowo, pihaknya melakukan mediasi perdamaian antara kedua pihak pelajar yang bertikai ini. Agar tidak terjadi kembali pertikaian diantara mereka. Apalagi, saat ini beredar informasi hoax atau berita bohong yang memprovokasi ajakan untuk kembali melakukan tawuran.
Baca Juga: Satlantas Polresta Bogor Gelar Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran
"Karena ada rumor yang beredar kejadian kemarin itu menimbulkan korban jiwa dan luka bacok. Itu saya tegaskan tidak benar, saya sudah cek semua rumah sakit, tidak ada itu korban jiwa ataupun luka bacok. Ini yang harus diluruskan," katanya.
Sungkowo melanjutkan, ia juga meminta pihak sekolah untuk lebih memerhatikan siswa didiknya. Jangan sampai mereka mengulangi tindakan serupa.
"Saya juga minta kepada pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap siswa didiknya. Para orang tua siswa juga saya minta untuk mengawasi anak-anaknya. Dan saya pastikan jika terjadi lagi, maka kami tidak akan segan menindak tegas para pelakunya" ujarnya.(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


