Sempat Viral Hidup dengan Kambing, Istana Kecil Keluarga Sukiman Kini Berdiri Kokoh usai Diresmikan Sonya Fatmala
Rasa bahagia yang tak terhingga kini tengah menyelimuti keluarga kecil Sukiman (34) dan Sopiah (32) warga Kampung Legoknangka RT 02/09 Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Rasa bahagia yang tak terhingga kini tengah menyelimuti keluarga kecil Sukiman (34) dan Sopiah (32) warga Kampung Legoknangka RT 02/09 Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat menuai keprihatinan lantaran tinggal dalam bangunan berbahan bambu.
Setahun lamanya, keluarga yang baru memiliki satu orang ini hidup bersama empat ekor domba dan puluhan unggas di mana dalam bangunan itu terdapat kandang domba berukuran 2x5 meter, beberapa kandang unggas, dan sebuah kamar tidur sekaligus dapur berukuran 2x2 meter.
Kendati demikian, kondisi Sukiman dan keluarganya berubah pasca organisasi non pemerintah, yakni Jabar Bergerak Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dinahkodai Sonya Fatmala melakukan langkah sigap memberikan bantuan usai kondisi keluarga Sukiman viral di media sosial dan berbagai pemberitaan.
"Alhamdulillah pengerjaan rumah milik keluarga pak Sukiman ini telah rampung dan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 24 hari hingga selesai dan dapat dihuni dalam kondisi laik," kata Ketua Jabar Bergerak KBB, Sonya Fatmala kepada wartawan.
Selain itu, sambung Sonya, Sukiman dan keluarga kini tak lagi hidup bersama kambing lantaran kambing-kambing tersebut sudah dibangunkan kandang secara terpisah.
Meski begitu, Sonya tak memungkiri, dalam proses pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik keluarga Sukiman ini pihaknya tidak sendiri. Pasalnya, tidak sedikit donatur yang turut membantu pembangunan rumah Sukiman dan Sopiah hingga layak seperti sekarang.
"Alhamdulillah kita berkolaborasi dengan banyak sekali, seperti Skin Solution, Mega Bintang dan juga ada beberapa donatur yang mungkin tidak bisa saya sebutkan," sebutnya.
Dengan kondisi rumah Sukiman yang sudah laik huni tersebut, Sonya berharap bisa memotivasi Sukiman agar bisa memiliki kehidupan yang lebih baik lagi ke depannya.
"Kami berharap juga ekonominya bisa lebih laik lagi. Kita bisa lihat kondisi pa Sukiman juga masih sehat masih dan produktif serta usianya juga masih muda," ungkapnya.
Sukiman mengakui dirinya bersama sang istri masih tidak menyangka rumahnya yang dulu jauh dari kata laik kini berubah total.
"Ya Allah sampai sekarang masih enggak nyangka rumah udah jadi, terimakasih banget buat ibu Sonya Fatmala dan pak Hengki Kurniawan yang udah bantu saya dan keluarga," ujarnya.
Menurutnya, kehidupan keluarganya kini mulai membaik. Hal itu pun tidak terlepas dari dukungan semua pihak, seperti pemerintah daerah dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
"Sebelumnya, Dinsos KBB membantu ngasih beras, kasur, lemari, peralatan rumah tangga, dan puluhan ekor ayam untuk ternak dan alat tulis untuk anak saya," tuturnya.
Bahkan, sambung Sukiman, Kemensos RI turut membantu membuka usaha UMKM berupa warung kecil beserta isinya. Saat ini warung tersebut sudah berjalan dan mendapatkan penghasilan per harinya hingga ratusan ribu.
"Alhamdulilah warung yang diberikan bantuan oleh Kemensos RI sudah berjalan, warung itu dinamakan 'Warung Sukiman', pendapatan ya Alhamdulillah Rp100 ribu sampai Rp 300 ribu perhari lumayan buat tambah-tambah uang sekolah anak," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

