Ganti TPA ke Legoknangka, Biaya Angkut Sampah Cimahi Melonjak 60 Persen
Rencana pemindahan pembuangan sampah Ke TPAS Legoknangka membuat biaya operasional yang harus digelontorkan Pemkot Cimahi naik
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rencana pemberhentian operasional TPA Regional Sarimukti dan beralihnya pembuangan ke TPPAS Regional Legoknangka mulai tahun 2029 menjadi tantangan besar bagi Kota Cimahi, dengan lonjakan biaya bahan bakar hingga 60 persen akibat jarak tempuh yang jauh lebih panjang.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah berkomitmen menyalurkan 150–250 ton sampah per hari ke lokasi baru tersebut sesuai Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani pada 27 Oktober 2021 bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima daerah lain.
Namun, beban operasional pengangkutan kini menjadi perhatian utama yang harus disiapkan sejak dini.
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Komme Edcadian Siringoringo menjelaskan, jarak tempuh ke Legoknangka mencapai sekitar 56 kilometer satu arah atau 112 kilometer pulang-pergi, jauh lebih jauh dibandingkan ke Sarimukti yang hanya sekitar 35 kilometer sekali jalan.
Menurutnya, perbedaan jarak ini secara langsung menaikkan kebutuhan bahan bakar armada pengangkut secara signifikan, sementara biaya layanan pengelolaan sampah di lokasi baru ditetapkan sebesar Rp386.000 per ton yang menjadi tanggung jawab bersama Pemprov dan pemerintah daerah.
“Tantangan terbesar ada pada biaya transportasi. Diperkirakan kebutuhan BBM akan naik sekitar 60 persen dibandingkan saat membuang ke Sarimukti karena jaraknya yang jauh berbeda,” ujar Komme, Senin (6/7/2026).
Untuk mengurangi beban pengiriman sampah ke lokasi akhir, ungkap Komme, Pemkot Cimahi kini mempercepat penguatan pengolahan di hulu.
Salah satu langkah yang dilakukan, yakni rencana penambahan mesin pengolah sampah berkapasitas 70 ton per hari di TPST Santiong, yang saat ini sedang dikoordinasikan dengan pihak Kementerian PUPR mencakup anggaran, perawatan, dan kesiapan personel.
"Selain itu, petugas terus menindaklanjuti laporan pembakaran sampah liar dengan pendekatan edukatif," ungkapnya.
Editor : Ahmad Sayuti

