Senam OsteoDance, Cara Perwatusi Jabar dan KBB Ingatkan Warga Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang
Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Jawa Barat secara konsisten menyosialisasikan Senam OsteoDance untuk mengingatkan dan mengedukasi akan pentingnya menjaga kesehatan tulang dan otot.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Jawa Barat secara konsisten menyosialisasikan Senam OsteoDance untuk mengingatkan dan mengedukasi akan pentingnya menjaga kesehatan tulang dan otot.
Pasalnya, osteoporosis atau pengerusakan tulang ini terjadi secara diam-diam atau silent epidemic disease dan seringkali tidak ada gejala sampai fraktur pertama terjadi.
Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia sebesar 23 persen pada wanita berusia 50-80 tahun, dan 53 persen pada wanita berusia 80 tahun keatas.
Kondisi itu yang melatarbelakangi Perwatusi Jabar dan Kabupaten Bandung Barat untuk secara konsisten mengajak masyarakat melakukan Senam OsteoDance.
Bak gayung bersambut, kehadiran Senam OsteoDance itu mendapatkan sambutan positif dari emak-emak se-Jawa Barat. Setidaknya 1.000 emak-emak perwakilan DPC Perwatusi dari 27 kabupaten/kota berkumpul di pelataran parkir Ramayana Padalarang, Bandung Barat, Minggu 3 November 2024
"Kebetulan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober," kata Ketua Bidan Perwatusi Jabar, Moch. Sofyan saat ditemui di sela-sela acara.
Selain itu, ungkap Sofyan, pihaknya memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan tulang.
"Jadi masih banyak masyarakat yang abai, padahal osteoporosis ini merupakan silent disease yang tidak memperlihatkan gejala namun bisa menjadi ancaman," ungkapnya.
Guna mencegah osteoporosis, terang Sofyan, Perwatusi membuat Senam OsteoDance dengan harapan bisa meningkatkan angka harapan hidup masyarakat, khususnya bagi para lansia.
"Kita mengajak masyarakat untuk menguatkan tulang dan otot," ucapnya.
Di sisi lain, beber Sofyan, Senam OsteoDance ini sudah masuk ke tingkat nasional dan menjadi anggota tetap Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), sehingga Perwatusi ini sudah masuk di Fornas.
"Senam OsteoDance ini diciptakan oleh para ahli. Jadi tidak sembarangan dan ini sudah dijadikan tesis yang diteliti ahli dari Universitas Indonesia," katanya.
"Hasilnya sudah terbukti dan teruji Senam OsteoDance ini mampu meningkatkan kepadatan tulang," sambungnya.
Menurutnya, sudah banyak testimoni hasil dari OsteoDance ini, salah satunya ada member atau anggota yang sebelumnya memakai tongkat, setelah rutin mengikuti ini yang bersangkutan sudah tidak memakai tongkat.
"Banyak yang sudah cerita ke saya berkenaan dengan hasil yang dirasakan bagi mereka yang rutin melakukan OsteoDance ini," tuturnya.
Dikatakan Sofyan, Senam OsteoDance yang dihadirkan Perwatusi ini ternyata tidak hanya diminati orang tua namun juga kalangan anak muda.
"Enggak cuma orang tua, anak-anak juga bisa melakukan OsteoDance sebagai upaya pencegahan osteoporosis sejak dini," ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Perwatusi Bandung Barat, Anie menambahkan, kegiatan senam osteoporosis bersama ini dihadiri perwakilan anggota Perwatusi dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, seperti Sukabumi, Depok, Bogor, Bekasi hingga Bandung Raya.
"Alhamdulillah pada kegiatan ini antusias anggota Perwatusi sangat tinggi. Hari ini ada 1000 peserta yang hadir di Bandung Barat," kata Anie.
Kegiatan ini sambung Anie, rutin digelar setiap satu tahun sekali, namun dilakukan secara bergiliran dan tahun ini KBB ditunjuk sebagai penyelenggara.
"Perwatusi ini hadir untuk menjadi organisasi yang peduli akan kesehatan tulang masyarakat dan kita membiasakan senam osteoporosis ini dilakukan tiga kali dalam Sepekan," sebutnya.
Untuk di Bandung Barat, sambung Anie, perwakilan Perwatusi hadir di 16 kecamatan dan masing-masing anggotanya bisa mencapai 100 orang.
"Alhamdulillah manfaat dari senam osteoporosis atau OsteoDance ini mulai dirasakan semua kalangan baik lansia, dewasa maupun anak muda," ucapnya.
Lebih lanjut Anie menuturkan, di kalangan anak-anak muda senam OsteoDance ini sudah mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah yang ada di Bandung Barat.
"Kita berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat agar OsteoDance ini bisa masuk ke sekolah sekolah," tuturnya.
Sedangkan untuk kalangan dewasa dan lansia, ungkap Anie, senam osteoporosis ini dilakukan di Puskesmas, ada juga di IKEA Kota Baru Parahyangan dan sejumlah titik lainnya di Bandung Barat.
"Kami berharap keberadaan Perwatusi dan senam OsteoDance ini bisa lebih berkembang agar warga Bandung Barat bisa lebih sehat, terutama dalam menjaga kesehatan tulang," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

