Seorang Pelajar di Karawang Tewas dengan Luka Sayatan Leher, Diduga Perang Suporter

Seorang pelajar SMKN di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang ditemukan tewas di Dusun Batujaya, Senin (11/5/26). 

Seorang Pelajar di Karawang Tewas dengan Luka Sayatan Leher, Diduga Perang Suporter
Korban berinisial Ajn merupakan pelajar SMKN kelas 10 SMKN 1 Batujaya. Sejumlah saksi yang mengetahui identitas korban menyebutkan korban merupakan warga Dusun Gongcai 1 RT 16/05 Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya. (nila kusuma)

INILAHKORAN.ID - Seorang pelajar SMKN di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang ditemukan tewas di Dusun Batujaya, Senin (11/5/26). 

Korban tewas dengan luka sayatan senjata tajam di bagian leher. Diduga korban tewas usai bentrok suporter dalam pertandingan Persib melawan Persija.

Korban berinisial Ajn merupakan pelajar SMKN kelas 10 SMKN 1 Batujaya. Sejumlah saksi yang mengetahui identitas korban menyebutkan korban merupakan warga Dusun Gongcai 1 RT 16/05 Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Saat ditemukan warga sekitar, korban mengalami luka sayatan di bagian leher diduga. Saat ditemukan darah korban masih bercecer di sekitar lokasi. 

Penemuan mayat oleh warga membuat geger warga sekitar. Warga banyak mengaitkan kematian korban kerena sepak bola. Korban dikenal sebagai pendukung Persib dan habis menyaksikan pertandingan Persib melawan Persija.

Ketika dikonfirmasi ke Polres Karawang, Kasi Humas Ipda Cep Wildan membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Dugaan kematian korban akibat perang antarsuporter yang terjadi di sejumlah tempat di Karawang juga belum dipastikan.

"Sampai saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Kami belum berani menyimpulkan karena penyelidikan belum tuntas apa penyebab korban tewas. Memang korban meninggalkan tanda sebagai salah satu suporter tapi itu juga belum bisa dipastikan," kata Wildan.

Meski begitu Wildan menghimbau agar masyarakat tidak terpancing atau terprovokasi. Selain itu juga tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. 

"Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Setelah selesai akan kami kabari," katanya.


Editor : Doni Ramdhani