Setan Merah Lupa Caranya Menang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
HARAPAN Manchester United untuk mengakhiri rentetan hasil buruk kembali pupus.Bertandang ke markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge, Sabtu (31/10), Setan Merah justru pulang dengan kekalahan 0-2.
Oleh: Bsafaat
Hasil ini bukan sekadar menambah luka, tetapi juga memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi.
Di tengah situasi yang semakin sulit, pelatih Manchester United, Michael Carrick, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia menilai timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk membawa pulang hasil positif, terutama jika melihat penampilan menjanjikan yang diperlihatkan pada babak pertama.
“Kami tidak bisa mengembangkan permainan di babak kedua.
Seharusnya kami sudah unggul di babak pertama. Segalanya berjalan sangat positif, sesuai dengan harapan kami. Kami tampil sangat berbahaya,” ujar Carrick kepada TNT Sports, Sabtu.
Memang, Manchester United sempat memperlihatkan permainan yang meyakinkan. Mereka mampu menciptakan sejumlah peluang dan memberikan ancaman serius kepada pertahanan Chelsea. Namun, peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol. Harapan untuk mencuri keunggulan pun perlahan menghilang.
Petaka datang setelah jeda pertandingan. Chelsea memecah kebuntuan melalui gol Morgan Rogers pada menit ke-50. Gol tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan sekaligus membuat Manchester United kesulitan menemukan kembali ritme permainan.
Situasi semakin berat ketika Cole Palmer sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-64. Belum cukup sampai di situ, Manchester United juga harus bermain dengan 10 orang setelah Lisandro Martinez menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Wesley Fofana di kotak penalti.
Dalam waktu relatif singkat, pertandingan yang semula berjalan menjanjikan bagi MU berubah menjadi malam yang penuh tekanan.
“Namun, situasi justru berantakan di babak kedua. Kami kebobolan gol yang seharusnya bisa dihindari, lalu ada penalti. Kami benar-benar berada dalam tekanan berat. Pertandingan pun berbalik drastis,” kata Carrick.
Meski harus menerima kenyataan pahit, Carrick tidak sepenuhnya melihat kekalahan tersebut sebagai cerminan buruknya mental para pemain. Ia justru menilai semangat dan kepercayaan diri tim masih terlihat, terutama dari penampilan mereka sebelum turun minum.
“Menurut saya, mental para pemain tidak jatuh. Mereka berada dalam kondisi yang baik di babak pertama. Hal itu terlihat jelas dari performa mereka,” ujarnya.
Carrick juga menanggapi kartu merah yang diterima Martinez.
Pelatih asal Inggris itu mengaku tidak menyaksikan secara langsung insiden yang membuat bek asal Argentina tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Saat ditanya apakah dirinya kecewa terhadap Martinez, Carrick hanya menjawab singkat, “Tidak.” Ia memilih tidak memperpanjang pembahasan mengenai insiden tersebut maupun reaksi sang pemain setelah menerima kartu merah. (bsf )
Editor : Inilahkoran

