Sikap Kami: Nebeng Srimulat

MANTAN Gubernur Jawa Barat bakal memprogramkan mobil curhat untuk menangani stress warga Jakarta. Kita sarankan satu cara lainnya: tiket dan akomodasi ke Solo.

Sikap Kami: Nebeng Srimulat

MANTAN Gubernur Jawa Barat bakal memprogramkan mobil curhat untuk menangani stress warga Jakarta. Kita sarankan satu cara lainnya: tiket dan akomodasi ke Solo.

Kenapa? Solo adalah gudangnya lucu-lucuan. Setidaknya sejak lahirnya Srimulat di kawasan Sriwedari. Dedengkotnya, Teguh, Gepeng, Asmuni, hingga Jujuk adalah jaminan mutu dengan banyolannya yang bisa mengobati stress.

Tetapi tak hanya Srimulat. Kehidupan warga Solo rata-rata memang banyak guyonnya. Bisa jadi, itu menambah tingkat kebahagiaan warganya.

Salah satu buktinya adalah kaesang pangarep. Lucu saja dia melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (kpk) bahwa perjalanannya ke Amerika bersama tiga kerabatnya adalah nebeng dengan pesawat jet pribadi temannya. Lucu karena sebuah media kemudian melansir penumpang pesawat itu memang hanya mereka empat orang.

Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) menjelaskan makna nebeng seperti ini: ikut serta (makan, naik kendaraan, dan sebagainya) dengan tidak usah membayar.

Namanya ikut, maka sudah pasti ada yang diikuti. Dalam konteks Kaesang adalah teman-temannya pemilik jet pribadi itu. Faktanya, menurut laporan media, Kaesang hanya bersama istri, ipar, dan seorang stafnya.

Jika sulit juga memahami “nebeng”, maka seringnya nonton film Amerika. Kalau beruntung, akan ada adegan di mana orang-orang yang hendak nebeng mengangkat jempolnya di tempat yang sepi untuk mendapatkan tumpangan kendaraan yang lewat.

Tentu saja, langkah Kaesang mendatangi kpk, setelah lembaga itu kesulitan mengirimkan surat undangan klarifikasi, adalah sikap yang baik. Tapi, memberikan alasan yang sulit diterima akal sehat harus kita sayangkan.

Akan lebih terhormat jika Kaesang mengaku dia memang mendapatkan pinjaman pesawat jet pribadi untuk penerbangan itu. Apakah hal tersebut termasuk gratifikasi atau tidak, serahkan ke kpk.

Pernyataannya berkali-kali menyatakan dirinya bukan pejabat negara juga menjadi alibi yang konyol. Sebab, tak mungkin dia melepaskan diri dari posisinya sebagai putra Presiden Joko Widodo. Keluarga pejabat, apakah istri, anak, atau orang tua, dilarang undang-undang menerima gratifikasi. Selain bisa menjadi pintu masuk korupsi, setidaknya bisa saja terjadi perdagangan pengaruh.

Tapi, pada akhirnya kita maklum. Selain putra bungsu penguasa, Kaesang adalah orang Solo. Dan di negeri tempat lahirnya Srimulat itu, kelucuan, kebanyolan, menjadi hal yang lumrah. Dan, nebeng jet pribadi teman tanpa mengikuti teman, adalah pernyataan yang membuat kita senyum simpul, terkekeh, atau sakit perut. (*)


Editor : Zulfirman