Sisa Material Renovasi Menumpuk di Lapangan SDN Mandiri 1, Ruang Gerak Anak Terbatas

Lapangan SDN Mandiri 1 Leuwigajah, yang seharusnya menjadi tempat bermain dan berolahraga siswa, kini sebagian besar dipenuhi material bekas renovasi atap lantai dua

Sisa Material Renovasi Menumpuk di Lapangan SDN Mandiri 1, Ruang Gerak Anak Terbatas
Material bangunan sisa renovasi di SDN Mandiri 1 Leuwigajah kini tersimpan di lapangan dan mempersempit ruang gerak. (Agus Satia Negara/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID – Lapangan SDN Mandiri 1 Leuwigajah, yang seharusnya menjadi tempat bermain dan berolahraga siswa, kini sebagian besar dipenuhi material bekas renovasi atap lantai dua. 

Kayu dan genteng yang tercecer di area tersebut tidak hanya membatasi ruang gerak, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan puluhan siswa yang setiap hari beraktivitas di sana.
 
Kepala Sekolah Yanni Ferbrian menjelaskan bahwa renovasi dilakukan selama tiga bulan (Oktober-Desember 2025) untuk memperbaiki atap yang mengalami kebocoran cukup parah. 

"Alhamdulillah renovasi atapnya sudah selesai pada bulan November, tapi sisa materialnya masih ada di sini," katanya.

Menurutnya, pihak sekolah telah berkoordinasi berkali-kali dengan Dinas Pendidikan agar material bekas segera ditangani. 

"Ada prosedur dan tahapan yang harus dilalui, jadi kami harus menunggu. Tapi baru saja mendapat kabar bahwa pemborong akan segera memindahkan barang-barang itu ke lahan milik dinas yang tidak terpakai, mungkin hari ini atau besok," ungkapnya.
 
Material bekas tersebut telah berada di lapangan sejak akhir November lalu, bahkan saat liburan sekolah di bulan Desember. 

"Selama lebih dari satu bulan ini, aktivitas siswa memang terganggu. Ruang gerak mereka terbatas, dan ada risiko cedera jika tidak hati-hati," ujarnya.
 
Keluhan dari orang tua siswa pun mulai masuk, terutama terkait potensi bahaya dan keterbatasan fasilitas. 

"Kita sudah komunikasikan kondisi ini kepada mereka dan meminta pemahaman, sambil terus memperketat pengawasan bersama guru dan penjaga sekolah," tambahnya.
 
Ketua RT02/05 Kelurahan Leuwigajah Edi Setiawan membenarkan bahwa proyek renovasi mengubah plafon kayu lantai dua menjadi baja ringan. 

Sebelumnya, ada pembicaraan untuk menyimpan material bekas sementara di lahan rumah warga sekitar sekolah. 

"Pemilik rumah sudah menyetujui, tapi ternyata materialnya tetap diletakkan di halaman sekolah," jelasnya.
 
Edi menambahkan bahwa kondisi lapangan yang penuh material membuat lingkungan sekolah terkesan sempit dan kurang nyaman. 

"Yang biasanya bersih dan luas untuk bermain, sekarang tertutup barang bekas. Anak-anak jadi tidak bisa bersenang-senang saat jam istirahat," ucapnya.
 
Ia berharap proses pemindahan material bisa segera terlaksana. "Yang penting halaman sekolah kembali seperti semula, supaya anak-anak bisa bermain bebas dan aman lagi," harapnya.***


Editor : Ahmad Sayuti