Siswi Dibully karena Miskin, Dinsos-Forkopimcam Babakan Madang dan LBH Bogor Gercep Menanggani Kasus Tersebut

Siswi, sebut saja bernama Mawar tersebut, dibully karena dianggap mencuri uang kas kelasnya dan berasal dari keluarga broken home dan miskin.

Siswi Dibully karena Miskin, Dinsos-Forkopimcam Babakan Madang dan LBH Bogor  Gercep Menanggani Kasus Tersebut

INILAHKORAN, Bogor - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma'ruf dibantu Forkopimcam Babakan Madang, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor dan pihak sekolah menanggani perkara bullying yang menimpa siswi yang masih dibawah umur.

siswi, sebut saja bernama Mawar tersebut, dibully karena dianggap mencuri uang kas kelasnya dan berasal dari keluarga broken home dan miskin.

"Hari ini, Dinas Sosial melakukan pendampingan terhadap siswi yang dibully di kelas atau sekolahnya. Insya Allah, dibantu pihak sekolah, siswi tersebut akan kembali sekolah pada Senin lusa setelah sempat tidak sekolah selama 1,5 bulan," ujar Farid Ma'ruf kepada wartawan, Jumat, 17 Januari 2025.

Farid Ma'ruf menuturkan, karena memang berasal dari keluarga miskin, Dinas Sosial Kabupaten Bogor akan memberikan beberapa atau ragam bantuan seperti Sembako, dimasukkan dalam program keluarga harapan (PKH), BPJS Kesehatan dan Program Indonesia. Pintar (PIP)

"Karena ayah siswi tersebut sakit dibagian kaki kanannya karena digigit ular cobra hingga tidak bisa bekerja, agar bisa tetap berobat di rumah sakit maka kami akan buatkan kartu BPJS Kesehatan, lalu dimasukkan ke dalam penerima manfaat PKH dan anaknya mendapatkan dana PIP," tutur mantan Camat Tenjolaya tersebut.

Mengenai sekolah, tambahnya. siswi yang memiliki prestasi akademik tersebut akan pindah kelas. Agar siswi tersebut kembali bisa belajar aman dam nyaman.

"Ia akan pindah kelas, dan tetap bersekolah di sekolah negeri di Babakan Madang. Lalu, siswi tersebut akan diikutkan di ekstra kulikuler karate, bahasa inggris maupun paskibraka. Mengenai, keperluannya dalam mengikuti ekstra kulikuler akan saya bantu," tambahnya.

Direktur LBH Bogor Irawansyah bersyukur kasus bullying tersebut bisa diselesaikan secara musyawarah dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum dengan bantuan Dinas Sosial dan Forkopimcam Babakan Madang.

"Mewakili korban bullying, kami berterima kasih karena telah dimediasi oleh pihak sekolah, dan siswi  tersebut bisa segera sekolah kembali di sekolah favoritnya," kata Irawansyah. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti