SMA Darul Hikam Gelar Seminar dan Market Day, Asah Kreativitas Wirausaha Siswa

SMA Darul Hikam Bandung menggelar seminar dan market day, guna mengasah kreativitas wirausaha siswa sebagai implementasi program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka.

SMA Darul Hikam Gelar Seminar dan Market Day, Asah Kreativitas Wirausaha Siswa

INILAHKORAN, Bandung - SMA Darul Hikam Bandung menggelar seminar dan Market Day, guna mengasah kreativitas wirausaha siswa sebagai implementasi program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka.

Penanggungjawab Seminar dan Market Day SMA Darul Hikam Bandung Novera Yuliana menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu tema yang dikembangkan sesuai program P5 dalam kurikulum merdeka, dimana mendorong para siswa untuk mampu mengasah kreativitasnya, salah satunya dalam berwirausaha.

Para siswa kelas X diajarkan tidak hanya sekedar berjualan, tetapi juga bagaimana memulai usaha melalui riset. Dimana pada semester ini, para siswa diajarkan untuk mencari bahan baku, produksi, hingga mempromosikan produknya, sesuai tema yakni makanan dan minuman.

"Bukan sekedar jualan, tapi kita bekali ilmunya dengan seminar. Bagaimana membangun wirausaha dan karakter apa saja yang harus dimiliki siswa untuk jadi wirausahawan," ujar Novera di SMA Darul Hikam Bandung, Jalan Supratman, Kota Bandung, Kamis 30 Mei 2024.

Kegiatan ini lanjut Novera merupakan kegiatan rutin sekolah tiap semester, mengikuti tema yang dibuat. Harapannya, Market Day ini dapat mengasah intuisi siswa di dunia wirausaha.

Dimana persiapannya pun terbilang matang, selama satu semester dalam mata pelajaran P5.

"Ada kategori penjualan terbaik, media promosi terbaik dan customer service terbaik. Semua orangtua dan perwakilan tiap kelas hadir untuk menilai," imbuhnya.

Dia melanjutkan, kelompok siswa yang mendapat penilaian terbaik dalam Market Day, akan berkesempatan menjajal pasar lebih luas di kegiatan selanjutnya.

"Kita akan beri kesempatan, ketika ada pensi di sekolah lain untuk mereka berwirausaha di pasar umum," ucapnya.

Sementara Ketua Pelaksana Market Day Amara Khumairah Laitupa mengaku senang dengan adanya program P5 seperti ini, sebab dirinya bersama siswa lain berkesempatan merasakan bagaimana memulai wirausaha.

"Bangga, karena teman-teman antusias. Niat nyiapinnya, sampai pulang malam. Aku harap Market Day ini dapat jadi potensi untuk berkembang semakin kreatif," ucapnya.

Amara melanjutkan, dia bersama delapan siswa lain yang berada dalam satu kelompok, berjualan pisang nugget. Dimana diakuinya dalam perjalanannya, tidak mudah untuk menjadi pelaku usaha.

"Awalnya mau brownies, tapi gagal. Akhirnya kami pisang nugget, karena bahan bakunya lebih mudah dicari. Persiapan sekitar satu bulan untuk Market Day ini," ungkapnya.

Program P5 dalam kurikulum merdeka merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu, dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Proyek ini dilakukan untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila.

Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi. Juga sebagai upaya mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Penerapan P5 ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan. Artinya, para pelajar diajak untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.

Dengan kata lain, pelajar diberi kesempatan untuk 'mengalami pengetahuan'. Sebagaimana ditegaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa anak-anak mesti didekatkan hidupnya kepada kehidupan rakyat agar mereka tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tapi bisa mengalaminya sendiri. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti