SMAN 3 Cimahi Jadi Sekolah Maung, Kuota 384 Tapi Pendaftar Tembus 606
SMAN 3 Cimahi resmi ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Maung dalam program transformasi sekolah negeri unggulan di Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – SMAN 3 Cimahi resmi ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Maung (Manusia Unggul) dalam program transformasi sekolah negeri unggulan di Jawa Barat.
Penunjukan ini menjadikan sekolah tersebut sebagai pusat pendidikan berstandar tinggi yang dirancang khusus menjaring dan mendidik siswa berpotensi istimewa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat hingga pukul 11.16 WIB, jumlah pendaftar sudah mencapai 606 calon siswa, padahal kuota yang disediakan hanya 384 kursi.
Kepala SMAN 3 Cimahi, Endi Diana Ruskandi menjelaskan, penunjukan ini bukan kebijakan sesaat, melainkan memiliki landasan hukum bertingkat mulai dari regulasi pusat hingga daerah.
"Dasar utamanya, Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan negara wajib memberikan layanan khusus bagi peserta didik dengan kecerdasan dan bakat luar biasa," kata Endi, Jumat (29/5/2026).
Kebijakan ini, sambung Endi, kemudian diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda.
"Di dalam aturan presiden itu di Pasal 19 Ayat 1 dijelaskan adanya SMA Unggul Garuda Transformasi. Artinya, sekolah yang sudah ada bisa ditingkatkan kualitasnya menjadi sekolah unggulan, selain SMA Garuda yang baru dibangun dari nol," terangnya.
"Saat ini SMA Garuda jumlahnya baru sekitar 12 di Indonesia, sedangkan Sekolah Maung adalah wujud transformasi di tingkat Jawa Barat yang payung hukumnya tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 421/Kep.210-Disdik/2026 dan petunjuk teknisnya di Nomor 2727 Tahun 2026," sambungnya.
Endi menegaskan, Sekolah Maung memiliki standar pendidikan di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan antara kurikulum nasional, kurikulum internasional, dan kurikulum spesialisasi yang disesuaikan potensi siswa.
"Sasaran utamanya mencetak lulusan yang mampu bersaing masuk perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri, namun tidak kehilangan jati diri budaya Sunda serta memiliki kepedulian tinggi untuk mengabdi membangun Jawa Barat," ucapnya.
Saat ini, sambung Endi, konsep operasional yang diterapkan masih berupa day school plus atau sekolah harian dengan kegiatan tambahan, belum menggunakan sistem asrama.
Namun, Pemprov Jawa Barat menargetkan dalam kurun waktu empat tahun ke depan, seluruh Sekolah Maung termasuk SMAN 3 Cimahi akan dikembangkan menjadi sekolah berasrama penuh (boarding school).
"Tidak sembarangan sekolah bisa mendapatkan predikat ini. Ada persyaratan ketat yang harus dipenuhi, di antaranya aset tanah harus milik Pemprov Jawa Barat, bukan berstatus sekolah induk SMA Terbuka, serta sarana prasarana harus lengkap dan memadai," paparnya.
Soal kualitas pengajar, lanjut Endi, Dinas Pendidikan Jawa Barat telah menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Lulusan dan tenaga pengajar terbaik dari kampus pendidikan itu akan ditempatkan di 28 SMA dan 13 SMK penerima status unggulan ini.
"Guru-guru terbaik dari sekolah kependidikan seperti UPI akan kami datangkan ke sini agar standar pengajarannya benar-benar maksimal. Ini bagian dari komitmen kami menjamin kualitas layanan," sebutnya.
Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, ungkap Endi, seleksi di SMAN 3 Cimahi dibuka melalui tiga jalur khusus dengan syarat ketat, antara lain Jalur Cerdas Istimewa (CIBI) yang diperuntukkan bagi siswa dengan tingkat kecerdasan atau IQ di atas 130.
Kemudian Jalur Akademik, syaratnya nilai rata-rata rapor minimal 85 dan wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Jalur Prestasi Non-Akademik, syaratnya nilai rapor minimal 80 disertai bukti prestasi setingkat provinsi atau sertifikasi nasional, meliputi bidang olahraga, seni, hingga keagamaan," sebutnya.
Kendati persaingan sangat ketat dengan rasio hampir dua pelamar berebut satu kursi, Endi berharap keberadaan Sekolah Maung ini menjadi tonggak baru pendidikan di Cimahi.
"Kita harus membuktikan sekolah negeri mampu bertransformasi menjadi institusi berkelas dunia namun tetap berpijak pada nilai kearifan lokal," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

